KLIKSUMUT.COM | Sebelum era Diego Maradona dan Lionel Messi, Argentina memiliki seorang pahlawan sepak bola yang mengukir sejarah besar di panggung dunia, yakni Mario Kempes.
Nama Mario Kempes akan selalu dikenang sebagai sosok yang membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah pada tahun 1978. Penampilannya yang luar biasa membuatnya tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak turnamen, tetapi juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia.
Mario Kempes, yang dijuluki “El Matador”, merupakan striker haus gol yang memiliki kecepatan, teknik tinggi, dan penyelesaian akhir mematikan. Julukan tersebut melekat karena ketajamannya dalam membobol gawang lawan sepanjang karier profesionalnya.
Pada Piala Dunia 1978 yang digelar di Argentina, Kempes tampil sebagai bintang utama tim asuhan César Luis Menotti. Ia mencetak enam gol dan menjadi top skor turnamen.
Momen paling bersejarah terjadi saat final Piala Dunia 1978 menghadapi Belanda. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Kempes mencetak dua gol dan membawa Argentina menang 3-1 setelah perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia pertama sepanjang sejarah sepak bola nasional mereka.
Penampilan heroiknya di partai puncak menjadikan Kempes simbol kebanggaan bangsa Argentina dan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Piala Dunia.
Prestasi Kempes di Piala Dunia 1978 tergolong langka. Ia sukses meraih penghargaan pemain terbaik turnamen sekaligus pencetak gol terbanyak. FIFA mencatat Kempes sebagai salah satu dari sedikit pemain dalam sejarah yang mampu memenangkan gelar juara dunia, penghargaan pemain terbaik, dan status top skor dalam satu edisi Piala Dunia.
Keberhasilan tersebut menjadikan namanya sejajar dengan para legenda terbesar sepak bola dunia.
Meski kini Argentina telah memiliki tiga gelar juara dunia, nama Mario Kempes tetap menempati posisi istimewa dalam sejarah sepak bola negeri Tango. Banyak pengamat menilai keberhasilan Argentina pada 1978 menjadi fondasi lahirnya generasi emas berikutnya yang kemudian diteruskan oleh Maradona pada 1986 dan Messi pada 2022.
Hingga saat ini, Mario Kempes masih dikenang sebagai legenda yang membuka jalan kejayaan Argentina di panggung sepak bola dunia dan menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki La Albiceleste.
Diego Armando Maradona
Jika berbicara tentang sejarah sepak bola Argentina, satu nama yang tak pernah bisa dipisahkan adalah Diego Armando Maradona. Sosok yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa ini menjadi simbol kejayaan Argentina di panggung dunia, terutama saat membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Hingga kini, nama Maradona tetap hidup dalam hati jutaan penggemar sepak bola. Bagi rakyat Argentina, Maradona bukan sekadar pemain, melainkan pahlawan nasional yang mengangkat harga diri bangsa melalui sepak bola.
Diego Maradona lahir di Lanús, Argentina, pada 30 Oktober 1960. Sejak usia muda, bakat luar biasanya sudah terlihat. Kemampuan menggiring bola, visi permainan, serta kreativitasnya membuat Maradona cepat menjadi fenomena di sepak bola Argentina.
Kariernya bersinar bersama klub-klub besar seperti Boca Juniors, FC Barcelona, dan terutama SSC Napoli, tempat ia menjelma menjadi legenda hidup.
Puncak karier Maradona terjadi pada 1986 FIFA World Cup. Dalam turnamen tersebut, ia tampil luar biasa dan hampir sendirian membawa Argentina menuju gelar juara dunia.
Maradona mencetak lima gol dan lima assist sepanjang turnamen. Namun, momen paling ikonik terjadi pada perempat final melawan Inggris.
BACA JUGA: Argentina di Piala Dunia 2026, Lionel Messi dan La Albiceleste Siap Pertahankan Gelar
“Gol Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini”
Dalam laga melawan Inggris, Maradona mencetak dua gol yang menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.
Gol pertama dikenal sebagai “Hand of God” (Tangan Tuhan) karena tercipta menggunakan tangan yang tidak terlihat oleh wasit. Beberapa menit kemudian, Maradona mencetak gol kedua setelah menggiring bola dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum menjebol gawang lawan.
Gol tersebut kemudian dipilih FIFA sebagai “Goal of the Century” atau Gol Abad Ini.
Pada partai final melawan West Germany, Maradona kembali menunjukkan peran pentingnya. Argentina menang 3-2 dan meraih gelar juara dunia kedua setelah sebelumnya sukses pada tahun 1978.
Keberhasilan itu menjadikan Maradona sebagai kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia dan mengukuhkan statusnya sebagai legenda terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina.
Maradona meninggal dunia pada 25 November 2020. Namun pengaruhnya terhadap sepak bola Argentina tetap abadi. Banyak generasi pemain Argentina, termasuk Lionel Messi, mengaku terinspirasi oleh sosok Maradona.
Keberhasilan Argentina meraih gelar juara dunia 2022 bahkan dianggap sebagai bentuk kelanjutan dari warisan besar yang ditinggalkan sang legenda.
Bagi Argentina, Diego Maradona akan selalu dikenang sebagai pemain yang membawa kebanggaan, harapan, dan kejayaan. Namanya tak hanya tercatat dalam buku sejarah sepak bola, tetapi juga dalam hati seluruh rakyat Argentina dan pecinta sepak bola di seluruh dunia.
Lionel Messi
Sementara itu, nama Lionel Messi kini sejajar dengan para legenda terbesar sepak bola dunia setelah berhasil mengantarkan Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 2022. Prestasi tersebut melengkapi karier gemilang sang megabintang sekaligus mengakhiri penantian panjang rakyat Argentina untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.
Bagi jutaan pendukung La Albiceleste, Messi bukan hanya seorang pemain hebat, melainkan simbol kebanggaan nasional yang berhasil meneruskan warisan kejayaan yang pernah dibangun Mario Kempes dan Diego Maradona.
Lionel Messi lahir di Rosario, Argentina, pada 24 Juni 1987. Sejak muda, bakat luar biasanya membuat dirinya menembus akademi FC Barcelona dan berkembang menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.
Bersama Barcelona, Messi memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions Eropa dan sejumlah penghargaan Ballon d’Or. Namun satu trofi yang lama belum berhasil diraihnya adalah Piala Dunia bersama Argentina.
Sebelum tahun 2022, Messi beberapa kali gagal membawa Argentina menjadi juara dunia. Ia sempat mengantar negaranya ke final Piala Dunia 2014, namun kalah dari Jerman.
Meski demikian, Messi tidak pernah menyerah. Ia terus memimpin Argentina hingga akhirnya meraih gelar Copa América 2021 yang menjadi titik balik kebangkitan tim nasional.
Piala Dunia 2022, Momen Kesempurnaan Messi
Puncak perjalanan Messi terjadi di 2022 FIFA World Cup. Sang kapten tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan mencetak tujuh gol dan memberikan sejumlah assist penting.
Pada final melawan France, Messi mencetak dua gol dalam pertandingan dramatis yang berakhir 3-3 sebelum Argentina menang melalui adu penalti.
Kemenangan tersebut mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia ketiga setelah 1978 dan 1986 sekaligus melengkapi koleksi trofi yang selama ini dianggap sebagai satu-satunya kekurangan dalam karier Messi.
Selama bertahun-tahun Messi sering dibandingkan dengan Diego Maradona. Namun setelah membawa Argentina menjadi juara dunia, banyak pengamat menilai Messi telah menciptakan warisannya sendiri.
Keberhasilannya meraih Piala Dunia membuat namanya masuk dalam daftar pemain terbesar sepanjang masa dan memperkuat statusnya sebagai ikon sepak bola modern.
Selain prestasi di lapangan, Messi juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Argentina.
Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa trofi dan rekor, tetapi juga semangat pantang menyerah yang akhirnya membawa Argentina kembali ke puncak dunia.
Bagi rakyat Argentina, Lionel Messi akan selalu dikenang sebagai pemain yang menyempurnakan sejarah La Albiceleste dan mengembalikan kejayaan sepak bola negeri Tango di panggung dunia.
Timnas Argentina memasuki Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan sekaligus salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di dunia. Setelah sukses meraih gelar di Qatar 2022, kini La Albiceleste membawa misi besar untuk mempertahankan supremasi mereka di panggung sepak bola internasional.
Perjalanan Argentina menuju status raksasa dunia tidak dibangun dalam semalam. Negeri Tango telah melahirkan sejumlah legenda besar yang menjadi fondasi kejayaan sepak bola nasional, mulai dari Mario Kempes, Diego Maradona, hingga Lionel Messi.
Dari Mario Kempes hingga Lionel Messi
Kisah kejayaan Argentina di Piala Dunia dimulai pada 1978 ketika Mario Kempes tampil gemilang dan membawa negaranya meraih gelar juara dunia pertama. Kempes menjadi simbol kebangkitan sepak bola Argentina dengan torehan enam gol serta dua gol penting di partai final melawan Belanda.
Delapan tahun kemudian, Diego Maradona membawa Argentina mencapai puncak kejayaan berikutnya. Melalui penampilan fenomenal di Piala Dunia 1986, Maradona mengukuhkan dirinya sebagai legenda sepak bola dunia lewat “Gol Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini” saat menghadapi Inggris.
Kemudian hadir Lionel Messi yang menyempurnakan sejarah tersebut. Setelah penantian panjang, Messi berhasil mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan melengkapi koleksi gelar yang selama ini menjadi impian terbesar dalam kariernya.
Lionel Messi Masih Jadi Tumpuan
Meski telah memasuki penghujung kariernya, Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian dunia pada Piala Dunia 2026. Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi menjadi penampilan terakhir sang megabintang bersama Argentina di ajang Piala Dunia.
Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinan Messi masih menjadi senjata utama Argentina dalam menghadapi persaingan ketat menuju gelar juara.
Di sekeliling Messi, Argentina memiliki generasi pemain berkualitas seperti Emiliano Martínez, Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, hingga Julián Álvarez yang siap melanjutkan tradisi kejayaan La Albiceleste.
Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Di atas kertas, Argentina menjadi unggulan utama untuk lolos ke fase gugur. Namun pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa tidak ada lawan yang mudah di Piala Dunia.
Pengalaman pahit saat kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran berharga agar tim tetap fokus sejak pertandingan pertama.
BACA JUGA: Lionel Messi dan Piala Dunia 2026: Misi Sang Legenda Mengukir Sejarah Baru Bersama Argentina
Memburu Gelar Keempat
Saat ini Argentina telah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia, yakni pada tahun 1978, 1986, dan 2022. Jika berhasil menjadi juara pada edisi 2026, Argentina akan meraih gelar keempat sekaligus mencatatkan sejarah sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.
Lebih dari itu, keberhasilan mempertahankan gelar akan menjadi pencapaian luar biasa yang semakin mengukuhkan era Lionel Scaloni dan Lionel Messi sebagai salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki Argentina.
Dari Mario Kempes, Diego Maradona, hingga Lionel Messi, Argentina selalu memiliki sosok pemimpin yang mampu menginspirasi jutaan penggemar sepak bola. Kini, di Piala Dunia 2026, La Albiceleste kembali membawa harapan besar rakyat Argentina untuk mempertahankan kejayaan dan menulis babak baru dalam sejarah sepak bola dunia.
Dengan skuad yang solid, pengalaman juara, dan semangat juang tinggi, Argentina siap melanjutkan tradisi sebagai salah satu kekuatan terbesar di panggung Piala Dunia. (KSC)





