Apa Kata Pakar Tentang Ramai Kabar Vaksin Covid-19 Sebabkan Kematian

Vaksin Virus
Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi RI memperkirakan perlu setidaknya Rp26,4 triliun untuk memproduksi vaksin Covid-19. (Foto: ilustrasi).

JAKARTA | klikssumut.com – Telah beredar informasi bahwa pada akhir Mei 2021 lalu, beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp orang yang disuntik vaksin Covid-19 akan meninggal dua tahun kemudian. Dalam pesan itu juga tercantum salah satu nama mantan peneliti vaksin Pfizer yang menyatakan selepas suntikan vaksin pertama terdapat sejumlah 0,8 persen akan mati dalam masa dua pekan.

“Mereka akan mampu bertahan hidup sekitar dua tahun, namun kemampuan tersebut dikurangi dengan penambahan suntikan vaksin yang menyebabkan kemerosotan fungsi organ tertentu dalam badan manusia, termasuk jantung, paru-paru, dan otak,” demikian salah satu poin dari isi pesan tersebut dikutip kliksumut.com dari tempo.co.

Baca juga: Vaksin Bukan Faktor Utama dalam Tekanan Kasus Covid-19

Pemerhati imunisasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Julitasari Sundoro, menepis informasi terkait risiko kematian penerima vaksin Covid-19 dua tahun usai disuntik.

“Sekarang penelitian di dunia itu belum sampai dua tahun. Jadi kita tidak tahu yang menyebabkan akan meninggal dua tahun itu hanya Tuhan yang tahu,” katanya dialog bertajuk “Hindari Hoax Seputar Vaksinasi”, Kamis, 3 Juni 2021.

Pos terkait