KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Zeira Salim Ritonga, mendesak Gubernur Bobby Nasution mengambil langkah strategis dan taktis untuk mengalokasikan anggaran pemulihan pascabencana yang melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Sumut.
Zeira menegaskan, situasi kebencanaan di Sumut sudah berada pada skala nasional, meski pemerintah pusat belum mengumumkan keputusan politik formal. Kondisi lapangan menunjukkan betapa beratnya dampak bencana, terutama di Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Banyak warga kehilangan rumah dan belum memperoleh bantuan layak.
BACA JUGA: Update Bencana Tapteng: 110 Tewas, 93 Masih Hilang, 18.331 Pengungsi
“Ini sudah sifatnya aksi kemanusiaan. Tidak boleh lagi ada tawar-menawar. Pemerintah Sumut harus segera mengambil langkah konkret terkait bantuan bagi masyarakat yang terdampak,” tegas Zeira kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).
Dorongan Penguatan Bantuan Mendesak
Zeira menyebutkan, masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor membutuhkan bantuan mendesak untuk 10 hari ke depan. Para korban bencana membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar mulai dari makanan, pakaian, tempat tidur, hingga logistik lain yang menunjang keselamatan warga.
BACA JUGA: Update Bencana Sumut: BPBD Sebut 1,6 Juta Warga Terdampak Banjir Longsor
Sebagai bentuk tanggungj jawab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus hadir secara aktif dalam kondisi darurat ini.
Zeira juga mengatakan, Besaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di Badan Anggaran (Banggar), bersifat fleksibel.
“BTT itu bisa berubah-ubah. Pernah 10 miliar, pernah 20 miliar. Tapi untuk kondisi sebesar ini, anggaran itu memang harus mengarah untuk kebutuhan bencana, termasuk pemulihan korban,” jelasnya.
APBD Disahkan, Pemulihan Harus Dipacu
Dengan tegas, Zeira mengingatkan bahwa DPRD telah mensahkan APBD Sumut Tahun 2026, sehingga ruang fiskal untuk penanganan dan pemulihan bencana dapat segera dimaksimalkan.
“Dengan APBD yang sudah disahkan, Pemprov seharusnya bisa segera menggerakkan anggaran pemulihan. Masyarakat menunggu langkah nyata,” tutup Zeira.
BACA JUGA: Lebih dari 50 Persen Kecamatan di Kota Medan Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Dampak Bencana di Sumut
Data Pusdalops BPBD Sumut per 9 Desember 2025 mencatat sebanyak 1.634.208 jiwa atau 434.147 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di 18 kabupaten/kota.
Bencana yang terjadi hampir bersamaan tersebut menimbulkan korban sangat besar, dengan 42.503 warga mengalami luka-luka, 650 orang meninggal dunia, dan 338 orang masih dinyatakan hilang. (KSC)








