Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kota Medan Gelar Konsolidasi Terbuka, Dorong Penguatan Sektor Lingkungan Hidup

Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kota Medan Gelar Konsolidasi Terbuka, Dorong Penguatan Sektor Lingkungan Hidup
Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kota Medan menggelar konsolidasi terbuka di Kota Medan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Dalam upaya mendorong penguatan pembangunan di sektor lingkungan hidup, Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kota Medan menggelar konsolidasi terbuka Selasa (14/4/2026) di Kota Medan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.

Konsolidasi tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Medan. Para mahasiswa sepakat bahwa kolaborasi antara akademisi dan pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memperbaiki kondisi lingkungan saat ini.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: BEM KM UGM Mundur dari Aliansi BEM SI Kerakyatan, Protes Kuat atas Kehadiran Politisi dan Aparat di Munas Padang

Salah satu aktivis lingkungan hidup Sumatera Utara, Boby Wahyudi Lubis, menegaskan bahwa kualitas lingkungan hidup merupakan indikator penting bagi sebuah kota metropolitan. Menurutnya, Medan sebagai pusat aktivitas di Sumatera Utara perlu menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kelestarian lingkungan.

“Ciri kota metropolitan adalah seimbangnya pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup. Hal ini bisa diwujudkan melalui tata kota yang maksimal dan peningkatan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa saat ini Kota Medan mulai menunjukkan arah positif dalam pengembangan sektor lingkungan hidup, meski masih membutuhkan berbagai perbaikan.

Sementara itu, perwakilan Ketua IMM Kota Medan Bidang Lingkungan Hidup, Fatrul Rahman Hutasuhut, menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang optimal.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan merupakan bagian dari kontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

“Kami terus berupaya berkolaborasi dengan dinas terkait maupun lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan hidup,” ungkap Fatrul.

Empat Fokus Utama Konsolidasi
Dalam konsolidasi tersebut, terdapat empat poin penting yang menjadi perhatian utama, khususnya terkait pengelolaan lingkungan dan aliran sungai di Kota Medan:

Penertiban Bangunan di Bantaran Sungai
Pemerintah diharapkan tegas dalam menindak bangunan yang melanggar batas di pinggiran sungai guna membuka ruang terbuka hijau.

Penindakan Pembuangan Limbah
Perusahaan yang terbukti membuang limbah ke aliran sungai harus ditindak tegas demi menjaga kualitas air.

BACA JUGA: BEM-SI Kerakyatan Sumut Gelar Aksi di Mapolrestabes Medan, Desak Usut Dugaan Narkoba di Jermal

Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Edukasi terkait pengelolaan sampah dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan sungai.
Penghijauan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Upaya penghijauan kembali perlu digencarkan untuk meningkatkan kualitas udara dan keseimbangan ekosistem perkotaan.

Konsolidasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa di Kota Medan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor lingkungan hidup. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan Kota Medan dapat menjadi kota metropolitan yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga ramah lingkungan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memastikan masa depan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (KSC)

Pos terkait