KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG ~ Masjid Jami’ Al Hafiz di Desa Hamparan Perak kembali menjadi saksi kegiatan religius, saat 1.000 umat berkumpul untuk doa tolak bala, Tabligh Akbar, dan Salat Tasbih, Minggu (8/3/2026). Acara ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya. Ratusan jemaah memadati masjid sejak pagi untuk bermunajat dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Kehadiran mereka menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, hadir bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan. Bupati memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang mampu memperkuat nilai spiritual masyarakat.
“Ini tahun keempat kegiatan berlangsung, saya harap dan mendukung bisa terus dilakukan agar menjadi ikon religius di Hamparan Perak,” ujar Asri Ludin.
BACA JUGA: Kapolresta Deli Serdang Musnahkan Barang Bukti Narkoba Rp 7 Miliar, Selamatkan 131 Ribu Jiwa
Peran Inisiator dan Dampak Positif Acara
Acara ini diinisiasi anggota DPRD Deli Serdang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Adami Sulaeman, dan dihadiri Tuanku Muhammad Fauzi, Raja Kejeruan Metar Bilad Deli. Bupati menekankan, kegiatan tersebut mempererat silaturahmi dan membangun kekuatan spiritual masyarakat.
“Saya rasa ini luar biasa. Inisiatornya Datok Adami dan ini harus ditularkan. Jangan hanya di Desa Hamparan Perak, tapi bisa juga dilakukan di desa-desa lain yang kental dengan nilai-nilai keislaman,” sebut Asri Ludin.
Asri Ludin juga berharap kegiatan yang diiringi pemberian santunan kepada 1.000 umat itu bisa rutin digelar, bahkan jika memungkinkan dua kali setahun.
“Selain membangun silaturahmi, kegiatan seperti ini juga memperkuat spiritual masyarakat kita yang tanpa kita sadari perlahan mulai tergerus,” ucapnya.
BACA JUGA: Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi untuk Mudik Gratis Idulfitri 2026
Kepedulian dan Doa Bersama
Ketua panitia, Burhanudin, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat dijauhkan dari bencana.
“Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai doa bersama mengingat beberapa waktu lalu terjadi bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terkhusus kita juga berdoa agar kampung kita dijauhkan dari segala bala, bencana dan marabahaya,” jelasnya. (KSC)





