Melalui kegiatan sosialisasi ini, Wali Kota berharap semoga apa yang akan direncanakan kedepan lebih terstruktur lagi dan dapat menjadikan Kota Tanjungbalai lebih baik lagi dan kesejahteraan para nelayan agar dapat dirasakan lebih baik lagi.
Sementara itu, Ketua DPD KNTI Kota Tanjungbalai, Imam Azhari mengatakan saat ini ada sekitar 12.500 nelayan yang ada di Kota Tanjungbalai. Untuk mendukung kerja mereka saat ini sangat bergantung pada ketersediaan BBM, karena kita tahu sendiri BBM merupakan salah satu bahan kebutuhan utama saat mereka pergi melaut. Melalui program yang akan dilakukan ini, kami berharap sinergi antara Pemkot Tanjungbalai dengan KNTI dapat mencarikan solusi dan langkah strategis dalam penyelesaian persoalan BBM bersubsidi bagi nelayan yang ada di Kota Tanjungbalai.
Menurut Imam Azhari, persoalan hak akses nelayan kecil Tradisional terhadap BBM ini perlu segera dituntaskan, karena merupakan permasalahan pokok bagi nelayan.
Baca juga: Sambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pemko Medan Gelar Pasar Murah
“Kami berharap soal BBM bersubsidi ini bisa dinikmati oleh semua nelayan kecil tradisional, karna itu haknya. Dikatakan lagi, Pemkot Tanjungbalai dan kelembagaan terkait dengan BBM bersubsidi ini perlu perlu berkomunikasi dan bersinergi lebih intens agar nelayan segera mendapatkan haknya,” tegasnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kadis Perikanan dan Kelautan Tanjungbalai Nefri Siregar, Kabag Perekonomian Setdakot Tanjungbalai Rosidah dan para pengurus DPD KNTI Kota Tanjungbalai.(red)







