MEDAN | kliksumut.com – Covid-19 menjadi wabah dunia membuat berbagai kegiatan dihentikan sementara, termasuk olahraga. Sesuai dengan instruksi pemerintah, untuk memutuskan mata rantai wabah tersebut, maka masyarakat harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
KONI Sumut mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara pelatda atlet yang dipersiapkan ke PON XX/2021 Papua. Atlet dianjurkan menjaga kebugaran di rumah masing-masing dan menerapkan prokes selama latihan.
Baca juga : Atlet Indonesia Harus Punya Investasi Kedepannya
Hal inilah membuat atlet dayung Sumut terus fokus latihan di rumah sebagai persiapan menuju PON Papua. Untuk menjaga kebugaran tubuh dan menjaga stamina tetap fit, atlet bernama lengkap Wahyu Rizky Ananda Syahputra melakukan jogging pada pagi hari maupun sore hari serta mengangkat barbel.
“Sejak pelatda dihentikan sementara dengan adanya wabah dunia ini, setiap atlet Sumut yang dipersiapkan ke PON Papua dianjurkan KONI Sumut untuk latihan di rumah masing-masing. Latihan di rumah dilakukan untuk menjaga kebugaran dan stamina atlet tetap fit. Untuk menjaga kebugaran tersebut dengan melakukan lari-lari kecil pada pagi hari dan sore hari serta dengan mengangkat barbel agar otot tangan tidak kaku,” ujar atlet binaan KONI Medan ini, Minggu (18/10/2020)
Pelajar SMK Bahari Hangtuah Belawan ini mengatakan kegiatan lari dilakukan sebagai tes VO2 MAX untuk menguji ketahanan dan kebugaran tubuh. VO2 MAX adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.VO2 biasanya digunakan untuk mengukur daya tahan atlet dalam latihan. Kegiatan ini tentunya menjaga stamina da fisik tetap sehat sehingga tidak mudah masuk virus penyakit dalam tubuh.
Nuansa latihan yang dijalani dan dirasakan atlet yang akrab di sapa Wahtu ini saat ini, diakui jauh berbeda dengan latihan biasanya. Dampak wabah corona, ia pun tak membantah sempat terkejut dengan intensitas latihan. Selama virus corona masih menyebar di Indonesia, maka atlet latihan di rumah, tapi itu semua tak mengapa demi prestasi dan sekaligus membuat tubuh sehat.
“Sesuai aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat keluar rumah, tetap rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak” sebutnya.
Saat ditanya target, Wahyu tidak mau sesumbar. Ia hanya berharap bisa tampil baik pada saat even berlangsung. “Pastinya ingin meraih emas atau minimal masuk tiga besar. tapi ya targetnya harus bisa yang terbaiklah,” paparnya.
Atlet yang dilahirkan di Medan ini menjelaskan prestasi maksimal merupakan obsesi dari setiap atlet yang menekuni olahraga yang digelutinya. Keberhasialan prestasi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tentunya pelatih memegang peranan penting terhadap peningkatan kemampuan atlet. Pelatih mempunyai peranan penting, dimana pelatih harus mampu menerapkan program latihan yang sesuai dengan kemampuan atletnya, harus memantau setiap latihan yang dilakukan serta membina secara berkesinambungan.
Atlet yang berdomisili di Belawan ini, menekuni cabor dayung sebagai atlet pendatang baru yang berambisi untuk mengangkat nama harum kota Medan, melalui bidang olahraga.
“Saya mengeluti cabor dayung ini karena penuh dengan tantangan, dan menjanjikan prestasi bila terus giat latihan,” sebut Wahyu.
Baca juga : 33 Atlet Lolos PPLP TA 2019
Pembuktian Wahyu mencuat pada even Pra PON di Jabar 2019. Atlet yang dilahirkan 22 Maret 2003 ini berhasil lolos ke PON Papua sehingga dirinya menjadi salah satu atlet andalan Kota Medan dan satu-satunya atlet Sumut yang belaga di dayung.
“Ya mudah-mudahan saya mampu mempersembahkan medali bagi kontingen Sumut yang merupakan impian setiap atlet. Untuk dihimbau kepada atlet khususnya dan masyarakat pada umum jangan sampai kendor menerapkan Prokes sehingga badai Corona ini cepat berlalu. Tentunya kegiatan olahraga dapat digelar seperti biasanya,” harapnya. (BNL).








