Vaksin Nusantara Lakukan Uji Terapi Antibodi 9 Relawan

Vaksin Nusantara Lakukan Uji Terapi Antibodi 9 Relawan
Vaksin Nusantara lakukan uji terapi antibodi terhadap sembilan relawan itu yang berdomisili di Surabaya. (Ist)

JAKARTA | kliksumut.com – Vaksin Nusantara lakukan uji terapi antibodi terhadap sembilan relawan itu yang berdomisili di Surabaya. Mereka telah disuntikkan Vaksin Nusantara pada 4 Mei 2021 dan Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga Chairul Anwar Nidom bersama tim laboratorium Profesor Nidom Foundation (PNF) mengumpulkan sampel serum darah dari kesembilannya pada 20 Mei, atau 16 hari berselang dari terapi terapi vaksin sel dendritik tersebut.

Chairul Anwar Nidom mengungkap hasil uji atas efek kekebalan tubuh yang didapat dari terapi sel dendritik melawan infeksi SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. Dia mengatakan meneliti antibodi yang terbangun pada sebagian relawan uji klinis terapi bernama Vaksin Nusantara tersebut.

Maka uji dilakukan terhadap sembilan relawan terapi itu yang berdomisili di Surabaya. Mereka telah disuntikkan Vaksin Nusantara pada 4 Mei 2021 dan Nidom bersama tim laboratorium Profesor Nidom Foundation (PNF) mengumpulkan sampel serum darah dari kesembilannya pada 20 Mei, atau 16 hari berselang dari terapi terapi vaksin sel dendritik itu.

Baca juga: Tertundanya Pengiriman Vaksin, AstraZeneca Digugat Uni Eropa

Dikutip kliksumut.com dari tempo.co, Nidom menjelaskan menggunakan patokan kadar antibodi yang diharapkan terbangun dan memberi efek proteksi dari penggunaan Vaksin Covid-19 konvensional. Hasilnya, ada yang melampaui, ada yang di bawah, tapi seluruhnya diketahui memberi daya proteksi.

Angka persen inhibisi bervariasi juga bervariasi dari 31,60 sampai 51,24 yang dianggap Nidom tergolong masih sangat baik dalam memberi daya proteksi. “Titer antibodinya merupakan titer antibodi yang protektif terhadap virus Covid-19 dari alam–virus yang diisolasi dari orang-orang yang tak bergejala,” ujar dia saat dihubungi Jumat, 28 Mei 2021.

Ada satu relawan yang memberi angka titer antibodi hingga 400 atau dua kali lebih tinggi dari patokan dan persen inihibisi hingga 94,91. “Kami telah selidiki dia ternyata penyintas, pernah terinfeksi pada Januari lalu,” kata Nidom membedakannya.

Selain itu, Nidom juga menyebutkan bahwa seluruh sembilan relawan tersebut tidak mengeluhkan kejadian ikutan pasca imunisasi. Lalu, dari tes PCR yang juga dilakukan, semua negatif terhadap infeksi virus Covid-19. “Artinya sampai minggu lalu belum ada yang terinfeksi kembali,” katanya menambahkan.

Pos terkait