EDITOR: Bambang Nazaruddin
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kecamatan Medan Amplas tampil sebagai peringkat kedua, dengan torehan 1 emas dan 1 perak pada Cabang Olahraga (Cabor) dansa pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XIV/2024 yang digelar di Manhattan Mall Medan, Senin (17/6/2024). Medali emas dipersembahkan atlet dansa yang akrab disapa Tina Pinem pada nomor tradisional.
Tina Anasti Putri Pinem atlet dansa perempuan asal Medan yang tergabung di Ikatan Olahraga Dancesport Indonesian (IODI) Kota Medan, telah menunjukkan aksi dalam olahraga dansa sehingga menorehkan prestasi menjadi yang terbaik di nomor tradisionil.
Menonjolkan kemampuannya lewat jenis olahraga dansa tersebut, mahasiswi Unimed ini, memang menjadi salah satu peserta yang layak dijagokan di antara peserta-peserta berbakat lain yang juga berkompetisi dalam Porkot Medan 2024.
BACA JUGA: Medan Timur Terbaik Cabor Dansa Porkot 2024
“Tradisional dansa sport sendiri merupakan perpaduan tari kreasi dan tari tradisional yang ada di Indonesia, dimana didalamnya mengandung unsur kecepatan, daya ledak, agility atau kelincahan hingga kelenturan”, turur dara yang dilahirkan di Bangun Purba ini, Selasa (25/6/2024).
Cewek yang bercita-cita ingin jadi Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) ini tertarik dengan cabor dansa karena didalamnya terdapat nomor tradisional. “saya tertarik dengan cabor dansa karena didalamnya terdapat nomor tradisional, dimana saya memiliki bakat di tari dan memiliki kemampuan senam lantai yang baik sehingga sangat cocok untuk bergabung di nomor tradisional”, ungkap anak dari pasangan Yanwar E Pinem) dan Sri Juliati Ginting ini.
Anak ke 4 dari 5 bersaudara ini memaparkan bahwa olahraga dansa merupakan perpaduan antara gerakan tari dan gerakan tubuh, sehingga tidak hanya diperlukan penguasaan langkah-langkah yang artistik dan keserasian dengan irama musik yang mengiringi, tetapi juga diperlukan kemampuan menguasai koreografi serta stamina dan kekuatan fisik. Tidak berbeda dengan cabang-cabang olahraga lain. Olahraga dansa juga merupakan perpaduan antara seni, mental stamina, tehnik dan fisik.
Sebelum turun ke arena Porkot, cewek yang memiliki tinggi 159 cm dan berat badan 48 kg ini, intensitas latihan dimaksimalkan dengan rutin. Mulai dari penambahan porsi latian basic atau dasar dan gerakan tari hingga mental. Sementara gerakan tari akan tidak luwes jika latihannya tidak rutin.
BACA JUGA: Atlet Dansa Medan Juara Di Malaysia
“Sebelum berlaga di ajang Porkot saya terus secara rutin latihan untuk mematangkan persiapan. Hasil dari latihan dapat meraih emas. Medali emas yang diraih saya persembahkan kepada kedua orang tua dan pelatih”, terang pendoyan bubur kacang hijau ini.
Tina mulai menggeluti dansa nomor tradisional pada tahun 2022. Cewek yang dilahirkan 20 tahun silam ini, telah menorehkan prestasi tingkat nasional, yakni juara 1 senam kreasi individu tingkat nasional dan juara 1 senam aerobik tingkat nasional. (KSC)








