KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi momen gemilang bagi tim cricket putra Sumatera Utara (Sumut). Bertanding di Lapangan Cerdas, Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, tim asuhan PCI Sumut ini berhasil menyabet medali emas di kategori Super Sixes, serta dua medali perunggu di kategori T10 (Super Over) dan Last Man Stands.
Salah satu bintang lapangan adalah Mukamad Rifki, atlet kelahiran Cirebon yang kini berdomisili di Pematangsiantar. Bersama rekan-rekannya, Rifki menunjukkan performa luar biasa dan semangat juang tinggi melawan tim-tim kuat dari Jakarta, Bali, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Lampung, hingga Nusa Tenggara Timur.
Keberhasilan tim cricket Sumut tidak datang begitu saja. Selama berbulan-bulan, para atlet menjalani Pelatda dan Training Center (TC) di Batalyon Komando 469 Kopasgat Polonia, Medan. Dalam program pemusatan latihan ini, atlet dilatih disiplin tinggi, fisik prima, serta strategi permainan yang matang.
“Kami tidak ingin datang sebagai pecundang, tetapi sebagai pemenang. Mental juara harus tertanam di dalam jiwa setiap atlet cricket Sumut,” tegas Rifki, atlet dengan tinggi 177 cm dan berat 83 kg ini.
BACA JUGA: Atlet Cricket Sumut, Elisabet Siregar Ukir Sejarah dengan Raihan Emas di Rumah Sendiri
Mukamad Rifki, yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (Unimed), menegaskan komitmennya dalam membangun prestasi olahraga.
“Saya berkomitmen terus mengembangkan talenta olahraga mahasiswa serta berkontribusi positif bagi kemajuan olahraga nasional. Ini adalah bentuk dedikasi saya untuk Sumatera Utara dan Unimed,” ungkapnya.
Rifki juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat H. Sri Rahmawati Barus yang turut menunjukkan kepedulian terhadap olahraga dengan memberikan bantuan pakaian atlet cricket Sumut.
Sebelum berlaga di PON XXI/2024, Rifki menandatangani pernyataan komitmen untuk mematuhi seluruh aturan pelatihan, termasuk disiplin latihan, penggunaan peralatan, serta menjaga sikap di dalam dan luar lapangan.
“Kalau melanggar, saya siap menerima sanksi moral dan administratif. Ini bagian dari proses menjadi atlet profesional,” jelas penggemar tahu-tempe dan pengagum penyanyi Tulus ini.
BACA JUGA: Sumut Jadi Pelopor Nasional! Dispora Terapkan Sistem BLUD untuk Pengelolaan Venue Olahraga Pasca-PON
Prestasi tim cricket Sumut membuktikan bahwa sinergi antara atlet, pelatih, pengurus, dan dukungan masyarakat dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Sumut kini berdiri bangga dengan 1 emas dan 2 perunggu dari cabang olahraga cricket.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa menyumbangkan medali untuk Sumatera Utara. Semoga di PON XXII/2028 NTT-NTB, kita bisa pertahankan dan tambah medali emas,” pungkas Rifki, alumni SMA Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK) Pematangsiantar. (KSC)








