Pada kesempatan itu Wabup Fauzi Yusuf juga memaparkan tentang potensi perikanan budidaya di daerah ini yang memiliki luas areal pertambakan air payau mencapai 12.000 hektar dan tambak air tawar 350 hektar. Selama ini dilakukan budidaya komoditas ikan bandeng, kakap putih, mujair/nila, kepiting, udang windu, udang galah dan udang vaname, yang sebagian besar masih dikelola secara alami oleh masyarakat.
Untuk mendongkrak potensi perikanan budidaya maka perlu dilakukan perbaikan dan penataan pertambakan, perbaikan saluran, penyediaan benih berkualitas, ketersediaan hatcery, ketersediaan pakan yang terjangkau, serta pemanfaatan teknologi, seperti pengelolaan budidaya udang vaname kolam terpal/klaster yang dikembangkan oleh Kementerian KP di Aceh Timur.
“Ke depan kami juga ingin mendapat kesempatan seperti kabupaten tetangga, di mana kami memiliki tambak dinas seluas 22 hektar yang akan kami ajukan sebagai pilot project budidaya udang vaname kolam terpal,” kata Syarifuddin.
BACA JUGA: Perjuangan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Aceh Tengah Agar Tidak Meluas
Mengingat keterbatasan anggaran, kata Syarifuddin, maka dalam kesempatan itu pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri KP dan Staf Ahli Menteri untuk mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Selain disambut oleh Wabup Aceh Utara Fauzi Yusuf, kunjungan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono juga disambut oleh Asisten III Sekda Aceh Dr Iskandar AP, MSi, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, dan Kepala Biro Organisasi Setda Aceh Daniel Arca AKs, MSi.
Setelah beberapa saat singgah di ruang tunggu Bandara Malikussaleh, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dan rombongan langsung bertolak ke Aceh Timur dengan menggunakan helikopter. Sementara yang tidak ikut mendampingi Menteri ke Aceh Timur, yaitu Staf Khusus Bidang Hubungan Luar Negeri Edy Putra Irayady, Staf Khusus Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Irjen Pol Drs Victor Gustaaf Manoppo, MH, Staf Khusus Bidang Humas dan Komunikasi Publik Wahyu Muryadi dan beberapa staf lainnya.
Mereka memanfaatkan waktu dengan mengunjungi beberapa objek bersejarah dan kawasan kuliner di sekitar Kota Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara. Didampingi oleh Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Syarifuddin, ST, mereka menikmati kopi gayo arabica dengan suguhan kue timphan khas Aceh di warkop kawasan Krueng Geukuh, selanjutnya shalat dhuhur di Masjid Raya Bujang Salim. Mereka juga berziarah ke makam ulama dan tokoh pejuang kemerdekaan Bujang Slamat, yang pernah diasingkan oleh Kolonial Belanda ke Irian Jaya. (Syahrul)








