Tanggul Paya Mala Jebol: Banjir Makin Meluas, Sejumlah Wilayah di Pangkalanbrandan Lumpuh

Tanggul Paya Mala Jebol: Banjir Makin Meluas, Sejumlah Wilayah di Pangkalanbrandan Lumpuh
BANJIR: Banjir kiriman, di kawasan Babalan dan Sei Lepan, Pangkalanbrandan, air setinggi selutut hingga seleher orang dewasa, Jumat (28/11/2025). (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | PANGKALANBRANDAN – Ketinggian air di Kecamatan Babalan dan Sei Lepan terus meningkat setelah tanggul di kawasan Paya Mala, Kecamatan Sei Lepan, jebol pada Rabu (26/11/2025). Banjir kiriman yang datang sejak dua hari terakhir itu kini membuat sejumlah wilayah di Pangkalanbrandan lumpuh total.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air menggenangi sejumlah jalan utama di Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan. Pada Jumat (28/11/2025), genangan air di Jalan Masjid mencapai setinggi selutut orang dewasa, sementara di Jalan Imambonjol air bahkan naik hingga setinggi seleher orang dewasa.

BACA JUGA: Viral Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Sumut

Kondisi tidak jauh berbeda terjadi di Jalan Dempo, dengan ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa. Genangan juga meluas ke Jalan Kartini, Jalan Kalimantan, Jalan Sumatera, dan Jalan Jawa, yang terendam dengan ketinggian hampir serupa.

Banjir kali ini tidak hanya melumpuhkan akses jalan dan pemukiman warga, tetapi juga berdampak pada kawasan vital. Kompleks Pertamina RU Pangkalanbrandan ikut terendam banjir cukup dalam, membuat aktivitas masyarakat dan pekerja semakin terganggu. Sejumlah warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi menghindari risiko yang lebih besar.

Warga berharap pemerintah segera bertindak, terutama memperbaiki tanggul yang jebol agar banjir tidak semakin meluas.

BACA JUGA: Sungai Wampu Meluap, Ribuan Rumah di Langkat Terendam Banjir

“Air sudah masuk ke rumah. Kami khawatir kalau tanggul benar-benar jebol, kondisi akan lebih parah,” ujar Rey, warga Babalan, saat ditemui di lokasi banjir.

Bacaan Lainnya

Dengan kondisi yang terus berkembang, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan segera melapor ke posko bantuan apabila membutuhkan pertolongan. (KSC)

REPORTER: Dody Ariandi

Pos terkait