Tanah Longsor di Deli Serdang: 5 Korban Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tanah Longsor di Deli Serdang: 5 Korban Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bergerak cepat sejak kejadian pada Selasa malam dengan mengerahkan tim SAR gabungan untuk menyisir lokasi terdampak longsor. Fokus utama operasi adalah menemukan korban yang sempat dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsoran.

Bacaan Lainnya

Sejak dini hari, tim langsung melakukan assessment awal di lokasi kejadian perkara (LKP) dan melaksanakan pencarian menggunakan metode line hail atau penyapuan satu arah dengan cakupan area sekitar 500 meter persegi.

Hasilnya, pada pukul 04.08 WIB, korban pertama bernama Rizki Sembiring (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi ke RS Pancur Batu.

Pencarian kemudian berlanjut dan dalam waktu beberapa jam, tim kembali menemukan sejumlah korban lainnya, yakni Boy Simorangkir (48), Rosilawati Ginting (48), serta Jamilah Br. Ginting (49). Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang sama.

BACA JUGA: Tim SAR Gabungan Evakuasi Penumpang KMP Sembilang yang Alami Darurat Medis di Perairan Pulau Lobam

Memasuki pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan kembali melakukan assessment lanjutan untuk menentukan titik prioritas pencarian, sekaligus memastikan data korban yang masih belum ditemukan.

Berdasarkan data resmi, total korban dalam peristiwa ini berjumlah enam orang, dengan rincian satu orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Korban selamat diketahui bernama Sehat Br Tarigan (70). Sementara korban meninggal dunia lainnya adalah Gobal (39).

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim SAR menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari akses jalan menuju lokasi yang macet hingga kondisi medan yang licin akibat material longsor, sehingga memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, yang bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa operasi dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.

“Pada hari kedua operasi, kami membagi tim menjadi dua SRU. Satu tim fokus pada penyisiran manual menggunakan metode line hail, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mengangkat material longsoran,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA: Nelayan Hilang Kontak di Perairan Takong Hiu, Tim SAR Lakukan Pencarian

Ia menambahkan, meskipun medan berat menjadi tantangan besar, seluruh unsur SAR tetap bekerja optimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan orang hilang lainnya, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor seperti kawasan Sibolangit. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait