KLIKSUMUT.COM | MANDALING NATAL – Dugaan korupsi proyek internet masuk desa atau Smart Village di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tengah menjadi sorotan publik. Program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang digadang-gadang menciptakan desa digital justru diduga menjadi lahan bancakan oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Proyek Smart Village yang bernilai fantastis, yakni Rp 9.415.575.000, bersumber dari dana desa dan dikutip dari 377 kepala desa di Mandailing Natal pada tahun 2023, masing-masing sebesar Rp 24.975.000. Ironisnya, proyek yang bertujuan memodernisasi pelayanan publik di desa ini ternyata tidak pernah terealisasi. Para kepala desa hanya menerima selembar sertifikat dari perusahaan pelaksana, tanpa ada implementasi infrastruktur atau layanan digital yang dijanjikan.
BACA JUGA: Banyak Instansi Pemerintah Diduga Langgar UU Pers, Sekretaris SMSI Sumut Soroti Pola Kerjasama Media
Tokoh Masyarakat Desak KPK Bertindak
Tokoh masyarakat Mandailing Natal, Khairul Saleh Nasution, angkat suara dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun ke lapangan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi ini. Ia menilai aparat penegak hukum di daerah tidak cukup tanggap terhadap permasalahan yang melibatkan dana desa ratusan miliar tersebut.
“Kita berharap KPK segera turun ke Mandailing Natal. Karena penegak hukum di daerah ini kurang peka terhadap nasib 377 desa yang dananya jadi korban korupsi,” ujar Khairul Saleh, Rabu (10/4/2025).
Khairul menuding banyak pihak terlibat dalam skandal ini, mulai dari perusahaan pelaksana proyek, yakni PT Info Media Solusi Net, hingga oknum pejabat daerah dan anggota DPRD Sumut.
“Selain pihak perusahaan, juga ada kepala daerah dan anggota DPRD Sumut yang ikut menikmati dana proyek ini. Kalau KPK serius mengungkapnya, pasti ketahuan siapa saja aktor intelektualnya,” tegas Khairul.
BACA JUGA: Kepala Dinas Kominfo Sumut Tersangka Korupsi Rp1,8 Miliar, Terjerat Kasus Pengadaan Software Pendidikan
Bawa Kasus ke Jakarta, Demi Keadilan Desa
Tak tinggal diam, Khairul memastikan dirinya akan bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat untuk membawa langsung berkas dan bukti ke Gedung Merah Putih KPK, demi memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan menyeluruh.
Skandal ini pun menambah daftar panjang dugaan korupsi yang bersumber dari Dana Desa, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. (KSC)








