MEDAN | kliksumut.com – Hingga sampai saat ini virus Covid-19 belum juga berakhir. Guna menekan kasus semakin bertambah. Pemerintah pun menganjurkan agar semua orang mendapatkan vaksin Covid-19. Bagi masyarakat yang telah vaksinasi 100 persen merasa percaya diri dan merasa nyaman untuk beraktivitas sehari-hari dan tetap menjunjung tinggi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Seperti kita ketahui pemerintah Indonesia terus berjuang untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dan mengurangi kasus Covid-19. Guna menekan kasus terus bertambah, tentunya dengan pemberian vaksin dan pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mendapatkan vaksin,” ujar Windi Kesuma Wardani Lubis warga Jalan Sentosa Lama Medan, Senin (13/12/2021)
Cewek yang dilahirkan 35 tahun silam ini, menuturkan, seperti kita ketahui sejak vaksin Covid-19 masuk ke Indonesia, pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari paparan virus Covid-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi. Namun, ada sebagian masyarakat yang “termakan” berita hoax tentang vaksinasi.
BACA JUGA: Vaksinasi Terus Dilakukan Demi Memberantas Covid-19
Sambung cewek berhijab ini, padahal, vaksinasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin Covid-19 adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini. Selain itu, vaksinasi bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.
“Saya telah mendapat vaksinasi tahap 1 dan 2 yang digelar alumni SMA Kemala Bhayangkari Medan, Oktober 2021 lalu. Jadi, dengan mendapatkan vaksin Covid-19, tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita yang belum memiliki kekebalan terhadap virus Corona. Dan tentunya merasa nyaman untuk beraktivitas sehari-hari,” papar karyawati ini.
Ia menambahkan vaksin Covid diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyudahi pandemi yang melanda tanah air yang telah memakan banyak korban jiwa serta melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan partisipasi kita sebagai masyarakat dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan kondisi negara yang kita cintai ini. “Di samping telah divaksin, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebisa mungkin juga hindari bepergian ke luar rumah apabila tidak penting atau berkumpul dengan orang banyak,” tandasnya.
Sementara itu, Raudah warga Jalan Pelajar Medan yang telah mendapat vaksinasi seratus persen yang di gelar LSM Penjara bekerjasama dengan Polda Sumut, Nopember 2021 lalu, menuturkan ada perbedaan sebelumnya dan sesudah divaksin. Sebelum divaksin merasa kurang nyaman untuk keluar dan bertemu dengan orang khawatir terpapar virus Covid-19. Namun, setelah mendapatkan vaksinasi rasa nyaman itu datang seketika untuk melakukan kegiatan di luar rumah.
BACA JUGA: Vaksinasi Medan Lampui Batas Penilaian PPKM Level 2
“Memang tidak ada jaminan bagi yang telah divaksin bebas dari virus Covid-19. Namun untuk menyingkirkan virus ini agar tidak menyerang tubuh tentu penerapan Prokes harus tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari dan jangan sampai lengah. Untuk menanggulangi pandemi Covid-19, upaya vaksinasi dilakukan tidak hanya menjadi satu-satunya upaya untuk melindungi kita dari penularan Covid-19. Tentunya harus dibarengi dengan mematuhi Prokes 5M yaitu dengan menggunakan masker medis, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas,” tutup anak kedua dari empat bersaudara ini. (BNL)








