KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Festival musik akbar Pestapora 2025 mendadak jadi sorotan warganet setelah sejumlah musisi ternama menyatakan mundur dari panggung acara. Pemicu utama kontroversi ini adalah kerja sama festival tersebut dengan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia, yang menuai kecaman luas dari publik.
Pestapora dikenal sebagai salah satu festival musik tahunan paling bergengsi di Indonesia. Tahun ini, gelaran Pestapora kembali digelar dengan penyesuaian waktu pelaksanaan di pagi hari demi kenyamanan dan keamanan pengunjung. Di tengah antusiasme tinggi di hari pertama, kabar sponsor Freeport yang mencuat langsung membuat geger jagat maya.
Di media sosial, ramai unggahan dengan tulisan “Tembaga Ikutan Berpestapora” lengkap dengan logo PT Freeport Indonesia. Respons warganet pun beragam, namun mayoritas menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan integritas festival yang selama ini dianggap mewakili semangat kebebasan, seni, dan suara anak muda.
Tak tinggal diam, sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil, seperti Hindia, .Feast, The Panturas, hingga Sukatani, memilih menarik diri dari line-up. Alasan utama? Mereka menilai kerja sama dengan Freeport bertentangan dengan nilai yang mereka junjung, terutama soal isu lingkungan.
BACA JUGA: Konser Dewa 19 All Stars 2.0 Siap Guncang GBK
“Saya tahu soal sponsor ini di malam hari setelah hari pertama Pestapora selesai. Saya patah hati dan marah,” ujar Baskara Putra alias Hindia dalam pernyataan resminya.
Mendapat tekanan dari publik dan reaksi keras para musisi, pihak Pestapora akhirnya memutus kontrak kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kiki Aulia Ucup, Festival Director Pestapora, melalui unggahan video klarifikasi di Instagram @pestapora, Sabtu (6/9/2025).
“Kami menyadari betul kelalaian kami dalam menempuh langkah ini. Kami memastikan tidak ada sepeser pun aliran dana dari PT Freeport Indonesia untuk pelaksanaan festival ini,” tegas Ucup.
Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada keterlibatan Freeport di hari kedua dan ketiga pelaksanaan Pestapora. Meski demikian, ia mengakui bahwa beban atas kericuhan ini akan menjadi tanggung jawab penuh pihak penyelenggara.
Sebelum skandal ini mencuat, Pestapora sempat menjadi perbincangan hangat karena suasana unik di hari pertama. Di antaranya adalah momen mengejutkan sekaligus mengharukan ketika H. Rhoma Irama menjadi imam Salat Jumat di area festival, Jumat (5/9/2025). Panggung festival berubah khidmat, dan momen ini viral sebagai bukti bahwa musik dan spiritualitas bisa berjalan beriringan.
Meski badai belum reda, Ucup menegaskan bahwa Pestapora tetap akan berlangsung hingga hari Minggu (7/9) dengan line-up yang diperbarui.
“Kami menghormati keputusan teman-teman musisi yang memilih mundur. Kami akan tetap melanjutkan Pestapora dengan tanggung jawab penuh,” ujar Ucup.
Di media sosial, opini netizen terbelah. Ada yang kecewa dengan keputusan awal Pestapora bekerja sama dengan Freeport, namun ada pula yang mengapresiasi sikap cepat tanggap penyelenggara dalam memutuskan kontrak.
BACA JUGA: Perjalanan Cinta Eza Gionino dan Meiza: Dari Rehabilitasi Hingga Gugatan Cerai
“Sayang banget, padahal udah excited nonton Hindia & The Panturas. Tapi gua salut sama sikap mereka,” tulis akun @musikkita.
“Kalau festival musik sebesar ini aja bisa kena pengaruh korporasi tambang, ke mana lagi suara anak muda bisa didengar?” cuit akun @suara_riil.
Kisruh ini jadi pengingat bahwa panggung musik bukan sekadar soal hiburan, tapi juga panggung perjuangan nilai. Pestapora 2025 masih akan berlangsung, tapi tidak dengan wajah yang sama. Apakah ini akhir dari era keemasan Pestapora, atau justru titik balik untuk menjadi lebih berintegritas. (KSC)








