Rapat Kerja Pembangunan 2026, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Kota Medan Harus Berdampak Nyata

Rapat Kerja Pembangunan 2026, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Kota Medan Harus Berdampak Nyata
Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026). (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Wali Kota Medan menegaskan bahwa RKP 2026 tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus melahirkan langkah konkret yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kalau kita masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara-saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegas Rico Waas di hadapan peserta rapat.

BACA JUGA: Pemko Medan Gelar Medan Career Expo 2026, 124 Perusahaan Tawarkan 5.515 Lowongan Kerja

Fokus Pembangunan 2026: Aksi Nyata dan Percepatan

Rapat kerja ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, narasumber dari Badan SAR, BBWS II Medan, Komunitas Siaga Bencana, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, direktur BUMD, hingga kepala puskesmas se-Kota Medan.

Menurut Rico Waas, tahun 2026 harus menjadi momentum percepatan pembangunan, bukan sekadar pengulangan pola lama. Ia meminta seluruh jajaran Pemko Medan meninggalkan zona nyaman birokrasi dan bergerak solid sebagai satu tim.

“Pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kota harus aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Banjir 2025 Jadi Alarm Keras

Rico Waas juga menyinggung banjir besar yang melanda Kota Medan di akhir 2025. Sebanyak 19 dari 21 kecamatan terdampak, menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, gangguan ekonomi, pendidikan, hingga menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm keras bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi fisik, tetapi harus dibarengi mitigasi bencana yang serius dan terencana.

“Kota yang kuat bukan hanya yang terus membangun, tetapi yang siap pulih saat bencana datang,” kata Rico Waas.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat SOP kebencanaan, sistem peringatan dini, simulasi rutin, pembentukan relawan hingga tingkat kelurahan, serta integrasi dengan BPBD dan Basarnas. Strategi ini juga harus mencakup skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan pangan bagi warga terdampak.

Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Sorotan

Selain mitigasi bencana, Rico Waas menyoroti pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan. Meski Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan, ia menegaskan kualitas layanan harus terus ditingkatkan.

“Masyarakat butuh dilayani, bukan hanya dilayani secara administratif. Profesionalisme dan empati tenaga kesehatan adalah kuncinya,” ucapnya.

Ia menambahkan, kualitas rumah sakit dan puskesmas tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga kecepatan, ketepatan, serta sikap tenaga medis dalam menangani pasien.

Infrastruktur Jalan dan Trotoar Jadi Prioritas

Dalam sektor infrastruktur, Rico Waas menyoroti masih banyaknya jalan rusak dan trotoar yang pecah. Ia menargetkan perbaikan menyeluruh agar wajah kota semakin tertata.

“Saya menginginkan jalan dan trotoar di tahun ini harus bagus. Dengan begitu tata kota Medan akan semakin lebih baik,” imbuhnya.

BACA JUGA: Buka Pasar Murah Imlek 2026, Rico Waas: Medan Simbol Keberagaman Indonesia

Rico Waas juga memastikan arah pembangunan Kota Medan selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan. Penataan tersebut mencakup tata ruang ramah lingkungan, pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, hingga pemerataan layanan dasar.

Bappeda: Perencanaan Harus Terukur dan Terimplementasi

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan menyebut RKP 2026 sebagai puncak rangkaian proses perencanaan lintas sektor. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan setiap program fokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.

“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus terimplementasi dengan baik dan terukur,” ujar Ferry.

Dorongan Inovasi untuk Masa Depan Medan

Menutup sambutannya, Rico Waas mendorong seluruh jajaran Pemko Medan berani berinovasi dan menciptakan karya pembangunan berkelanjutan.

“Karya yang dihasilkan untuk pembangunan ini merupakan prestasi milik rekan-rekan sekalian. Kalau kita bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab, hasilnya akan menjadi kebanggaan Kota Medan di masa depan,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, RKP Kota Medan 2026 diharapkan menjadi titik balik percepatan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dirasakan nyata oleh seluruh masyarakat Kota Medan. (KSC)

Pos terkait