KLIKSUMUT.COM | BANTEN – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Dewa United setelah kalah tipis 0-1 dalam lanjutan pertandingan yang digelar di Stadion Banten International Stadium, Jumat (3/4/2026) malam. Meski tampil cukup dominan dan menciptakan banyak peluang, Laskar Mataram gagal mengonversinya menjadi gol.
Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Alex Martins melalui titik putih pada menit ke-62. Penalti tersebut menjadi pembeda dalam laga yang sejatinya berlangsung ketat sejak menit awal.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menilai hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Ia menyebut timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Saya pikir pertandingan tadi tidak seimbang. Sangat ketat, dan akhirnya penalti menjadi pembeda. Tapi saya pikir kami layak mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kekalahan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
Van Gastel juga menyoroti masalah klasik timnya musim ini, yakni penyelesaian akhir yang belum maksimal. Menurutnya, PSIM terlalu banyak membuang peluang emas.
BACA JUGA: Dewa United Banten FC Kuasai Tangerang, Taklukkan Persita 1-0 di Derbi Tangerang
“Kami punya masalah di sepertiga akhir. Kami tidak cukup tajam untuk mencetak gol. Kami butuh banyak peluang untuk mencetak satu gol, dan itu menguras energi. Tapi setidaknya kami menciptakan peluang,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.
Terkait keputusan penalti yang menguntungkan Dewa United, Van Gastel memilih untuk tidak memperpanjang polemik.
“Saya tidak ingin berdebat soal keputusan wasit. Kalau tidak, setiap pertandingan kita akan membahas hal itu,” tegasnya.
Meski pulang tanpa poin, Van Gastel tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang tidak kenal menyerah hingga peluit panjang dibunyikan.
“Kami selalu ingin punya karakter tidak menyerah. Musim ini kami sudah membuktikan bisa bangkit. Hari ini kami tidak mampu melakukannya, dan itu bagian dari permainan,” pungkasnya.
BACA JUGA: PSIM Yogyakarta Kokoh di Papan Tengah BRI Super League, Target Bertahan Semakin Dekat
Senada dengan sang pelatih, pemain PSIM Jogja, Donny Warmerdam, menilai timnya tampil lebih baik di babak pertama. Namun, sejumlah peluang emas gagal dimanfaatkan menjadi gol.
“Di babak pertama kami punya peluang yang lebih baik, sementara mereka tidak benar-benar punya peluang bagus. Tapi akhirnya mereka mencetak gol dari penalti dan menang,” ujar Donny.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi PSIM Jogja, terutama dalam hal efektivitas serangan. Jika mampu memperbaiki penyelesaian akhir, bukan tidak mungkin Laskar Mataram akan kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya. (KSC)
TIM REDAKSI








