KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Program Kredit Program Perumahan (KPP) menunjukkan tren positif dengan realisasi penyaluran mencapai Rp4,9 triliun hingga 18 Februari 2026. Penyaluran ini terdiri dari sisi supply sebesar Rp1,42 triliun dan demand Rp3,47 triliun, menandakan tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terhadap program ini.
Dalam episode terbaru podcast Suara Hunian yang tayang pada Minggu (22/2/2026) di kanal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP), Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menegaskan bahwa minat pelaku usaha terhadap KPP terus meningkat.
“KPP betul-betul diminati masyarakat. KPP tidak hanya untuk pengembang rumah subsidi, tapi juga komersial, termasuk kontraktor dan pemilik toko bangunan,” ujar Sri Haryati, Senin (23/2/2026).
Sri Haryati menjelaskan bahwa pada 2026, penguatan dilakukan sejak tahap sosialisasi. “Saat sosialisasi, kami mendorong sudah ada komitmen bekerja sama dengan bank penyalur. Calon yang kami undang sudah targeted segmented, betul-betul memenuhi kriteria, dan bank punya data awal profiling untuk mengakses KUR,” tambahnya.
BACA JUGA: Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik di Sumatera
Kemudahan pengajuan KPP juga menjadi sorotan pelaku usaha. Direktur PT Hasanah Karya Abadi, Azhary Husni, mengaku terkejut dengan prosedur yang relatif mudah.
“Saya gak pernah ngalamin kredit semudah ini. Yang lainnya kompleks, rumit. Kalau KPP ini mudah dan cepat prosesnya,” ujarnya.
“Bunga KPP kan ratenya rendah, buat kita pelaku usaha ini menarik banget,” tambah Azhary.
Pengalaman serupa disampaikan wirausaha Mokri, yang menyebut pengajuan KPP termasuk cepat. Bahkan, menurut Sri Haryati, dalam beberapa kasus proses pengajuan bisa selesai dalam satu minggu.
BACA JUGA: Pelaku UMKM Masih Kesulitan Mengakses Kredit Usaha Rakyat
Sri Haryati menegaskan bahwa kemudahan KPP merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga dan bank penyalur.
“Kenapa KPP bisa mudah? Ini kolaborasi yang luar biasa. Kami juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi antar lembaga maupun bank penyalur,” tegasnya.
Pemerintah optimistis program ini akan memberi dampak ekonomi yang luas. Dengan sinergi yang terus diperkuat, KPP diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat ekosistem perumahan nasional. (KSC)
TIM REDAKSI








