MEDAN | kliksumut.com – Secara cepat Unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil mengungkap pelaku pembunuhan mahasiswi Politeknik Medan (Polmed) bernama Bunga Lestari (19) berasal dari warga Kabupaten Asahan yang kos di Jalan Sipirok Kel. PB Selayang, Kota Medan.
Keberhasilan ini hanya selama 10 jam bekerja pihak petugas berhasil menangkap pelaku berinisial MRH (19) warga Kabupaten Langkat.
BACA JUGA: Mahasiswi Polmed Ditikam Hingga Tewas
Dalam keterangannya Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha menyebutkan pelaku berinisal MRH (19) diamankan di persembunyiannya di kawasan Polonia.
“Pada pukul 01.00 WIB, Sabtu dinihari, tersangka kita amankan,” ujar Chandra.
Lalu ia menyebutkan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka karena sakit hati dan dendam.
“Pelaku mengaku sakit hati karena kerap dituduh mencuri. Padahal itu menurutnya tidak benar. Jadi korban dendam dan merencanakan pembunuhan sejak dua hari lalu,” ujar Chandra Yudha.
Ia menjelaskan, tersangka membawa pisau dapur dari rumahnya sebelum beraksi.
“Pasal yang kita terapkan pasal 340 KUHPidana Yo pasal 351 ayat 3. Pelakunya tunggal,” kata Chandra Yudha didampingi Kanit Reskrim AKP Usman Nasution.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Usman mengungkapkan penangkapan korban dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi.
“Ada warga yang melihat dan sempat menyapa tersangka usai beraksi. Dan kita jemput tersangka di rumah mertuanya. Tersangka koperatif, dia sedang tidur dan kita jemput . Yang bersangkutan pun menunjukkan baju yang ia gunakan saat melakukan aksi Penikaman yang sudah dua hari dia rencanakan,” sebut Usman.
Lebih lanjut, Usman mengatakan dari hasil keterangan medis, korban mengalami luka cukup banyak. Dimana ada 16 luka tikaman di sekujur tubuh korban, dengan menggunakan pisau tipis pemotong buah.
Usman menyebut, tersangka kenal dengan korban. Dimana tersangka sempat bekerja di bangunan disekitar kos-kosan korban.
BACA JUGA: Polisi Masih Memburu Pelaku Penikaman Mahasiswi Polmed Hingga Tewas
“Jadi tersangka dia dikatai oleh korban. Dimana jumpa, didepan umum, tersangka mengaku kerap di ejek ejek pencuri,” kata Usman.
Sementara itu, di Mako Polsek Sunggal, nenek dan Mertua dan Istri tersangka, MRH datang dengan Isak tangis.
“Saya nenek tersangka. Saya bawa istri nya. Tengah hamil dan hitungan hari akan melahirkan anak ke dua. Istrinya mau jumpa, tolong pak,” ujar nenek tersangka. (Red/Y)








