Pesilat Tapak Suci Dulang Emas Diarena Porkot Medan 2024

Pesilat Tapak Suci Dulang Emas Diarena Porkot Medan 2024
TAPAK SUCI: Rafi Jibrilian Bangun pesilat dari perguruan Tapak Suci foto bersama dengan Ketum Pengkot (IPSI) Medan AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH. (Foto: kliksumut.com/Bambang Nazaruddin)

EDITOR: Bambang Nazaruddin

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Disaksikan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Kota (Pengkot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Medan AKBP (Purn) H Enjang Bahri SH MH. Pesilat dari perguruan Tapak Suci mendulang keping emas pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke XIV 2024. Kegiatan ini berlangsung pada 18-20 Juni 2024 di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan.

Pada partai penentuan sebagai yang terbaik dikatagori fighter kelas D putra. Atlet bernama lengkap Rafi Jibrilian Bangun berhasil menuju podium satu, setelah dalam partai final tampil sebagai pemenang dengan menekuk perlawanan Anggi Prasetia pesilat dari Kecamatan Medan Area.

Torehan emas yang diraih atlet yang dilahirkan di Ternate ini dipersembahkan untuk kontingen Kecamatan Medan Selayang. Hal ini, membuat kontingen KONI Kecamatan di bawah komando Irma ini menempati peringkat kedua peroleh medali di Cabor pencak silat Porkot Medan 2024, dengan raihan 3 emas, 3 perak dan 2 perunggu.

BACA JUGA: Ikhsan Tampil Perkasa Diarena Pencak Silat Porkot Medan 2024

Sebelumnya, cowok biasa dipanggil Bangun ini, telah mendulang prestasi antara lain juara 2 Kejuaraan Pencak Silat Insya Open 2023, juara 1 Porkot 2023, juara 3 Kejurwil 2023, juara 1 Tarutung open 2023, juara 2 HTSC Tapak Suci.

“Sungguh luar biasa perhelatan Porkot Medan 2024 pada Cabor pencak silat sebanyak 178 atlet bersaing untuk menjadi pemenang pada kompetesi tahunan yang merupakan program KONI Medan”, ujar anak dari pasangan Nala Sanata Bangun dengan Jamalia Pattimura ini di Medan, Sabtu (6/7/2024).

Atlet yang dilahirkan pada 25 Maret 2005, mengungkapkan bahwa perkembangan pencak silat di Medan untuk saat ini cenderung mengarah pada olahraga prestasi ysng tingkat kompetisinya sangat tinggi. Sehingga mendorong para atlet untuk selalu berlatih meningkatkan kemampuan dalam kegiatan olahraga prestasi dan selalu mengandung unsur persaingan yang diakhiri dengam penilaian menang atau kalah terhadap atlet yang ikut serta dalam pertandingan pada Porkot tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Pencapaian prestasi yang telah diraih dalam pencak silat tidak lepas dari pembinaan potensi atlet secara terencana dan berjenjang yang dilakukan pelatih terhadap pesilat. Banyak peserta dalam Porkot Medan membuktikan para pesilat dari perguruan masing-masing yang mewakili kontingen masing-masing membuktikan pembinaan pesilat telah dibina dengan baik”, tutur atlet yang berdomisili di Jalan Rinte Raya Komplek Putri Zahara 2 Medan ini.

BACA JUGA: Pesilat Sumut Raih 10 Medali Diajang Internasional

Pendoyan nasi Padang ini, mengungkapkan bahwa pembinaan dalam pencak silat ini sesuai kondisi saat ini, pembinaan pada dasarnya yaitu upaya yang harus dilaksanakan dengam sadar terprogram, terarah, berencana dengan misi untuk mewujudkan mimpi menjadi prestasi. Apalagi dalam menuai prestasi di pencak silat lebih enak dari Cabor lainnya.

“Pencak silat dapat dikatakan suatu kebutuhan hidup untuk mencapai kesehatan jasmani dan memberikan pengaruh baik terhadap perkembangan rohani dan bertanggung jawab saat proses menumbuhkan meningkatkan kemampuan keterampilan sesuai dengam bakat dan juga membimbing mengembangkan suatu dasar kepribadian ysng seimbang. Tentunya dengan pencak silat target kedepan saya harus bisa konsisten dengan apa yang saya pertahankan seperti sekarang ini dengan raihan medali emas”, pungkas pesilat dibawah binaan pelatih Salim Anshari ini. (KSC)

Pos terkait