MEDAN | kliksumut.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah bisnis dengan jumlah karyawan dan keuntungan yang terbatas, tetapi memiliki peran penting dalam perekonomian global.
Hal ini dikatakan Hj. Henny Pratiwi SP. MM sebagai narasumber pada seminar Sosialisasi Ditjen IKHF Kementrian Perindustrian di hotel Sheraton Jalan Gatot Subroto No.395 Medan, Jumat (16/2/2024)
Henny yang juga dosen Fakultas Pertanian UISU ini menjelaskan bahwa definisi menurut Undang- Undang UMKM Tahun 2005 di mana usaha makro dengan kekayaan bersih maksimal Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan penjualan bersih tahunan maksimal Rp300 juta (maksimum Rp25 juta perbulan). Untuk usaha kecil dengan kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan penjualan bersih tahunan mulai dari Rp300 juta sampai dengan Rp 2,5 milyar. Kemudian untuk usaha dengan kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai dengan Rp10 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan penjualan bersih tahunan mulai dari Rp300 juta sampai dengan Rp50 milyar.
BACA JUGA:Tingkatkan UMKM Tapsel Agar Lebih Baik, Rosalina Ikuti Rakerda Dekranasda Sumut 2024
“Tantangan yang dihadapi UMKM saat ini, persaingan yang ketat dimana UMKM sering kali harus bersaing dengan perusahaan yang lebih besar dengan sumber daya yang lebih besar. Kemudian, akses terbatas di mana keterbatasan akses ke modal, pasar dan teknologi sering menjadi hambatan bagi UMKM. Selanjutnya, manajemen sumber daya di mana manajemen keuangan, SDM, dan waktu merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh UMKM,” sebut Henny yang juga dosen di LP3I Medan.
Henny yang juga ketua ACSB Regional Sumatera Utara memaparkan bahwa langkah-langkah untuk mengembangkan usaha UMKM dengan pelajari pasar, inovasi produk, manajemen keuangan dan pemasaran strategis. Selanjutnya, strategi pengembangan UMKM dengan membuat produk yang unik melalui inovasi bisnis agar mampu bersaing dan konsumen terpuaskan, kembangkan jaringan bisnis layaknya sebagai manusia sosial kita butuh vendor atau orang ketiga, tentukan pasar bisnis, perencanaan strategi marketing terjitu sebagai contoh menentukan tempat atau tujuan, misalnya restauran dimsum mengeluarkan varian baru dan buat discount harga, manfaatkan e-commerce dan market place, manfaatkan teknologi keuangan digital dan konsisten dalam berbisnis agar brand awareness diterima semua kalangan masyarakat.
Henny menerangkan dalam UMKM dengan menerapkan konsep pemasaran dan promosi. Pertama, mengetahui audiens karena memahani audiens yang dituju dan mengindentifikasi media komunikasi yang aktif. Kedua, teknologi digital dengan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas. Ketiga, kemitraan bisnis dengan berkolaborasi dengan perusahaan dan influencer untuk mempromosikan produk atau layanan.
Manajemen keuangan UMKM, tutur Henny, membuat rencana keuangan yang realistis untuk operasional, investasi dan kebutuhan masa depan dan melakukan pemantauan rutin terhadap arus kas, laba rugi, dan aset keuangan. Selain itu, mencari sumber pembiayaan yang sesuai dan efisien untuk pertumbuhan bisnis.
BACA JUGA:Generasi Z dan Dunia Usaha Dinilai Akan Tentukan Arah Bisnis dan Politik 2024
Untuk pengembangan UMKM, tambahnya, dengan menerapkan inovasi produk dan layanan. Hal ini dapat dilakukan dengan penelitian dan pengembangan yakni Investasikan waktu dan sumber daya dalam riset untuk menciptakan produk baru atau meningkatkan yang ada. Kemudian, evaluasi pesanan dengan mengumpulkan umpan balik pelanggan untuk terus memperbaiki produk dan layanan. Selanjutnya, interaksi pelanggan dengan melakukan komunikasi yang aktif dan mendalam dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka sebagai konsumen.
Henny menjelaskan bahwa kolaborasi efektif denan memperluas jaringan bisnis dan menciptakan kesempatan kolaborasi yang saling menguntungkan dan kemitraan strategis dengan membangun kemitraan yang kuat dengan pemasok,distributor dan rekan bisnis lainnya.
“Investasi dalam pengembangan ketrampilan, fleksibilitas dan adaptasi terhadap tren pasar membantu menumbuhkan keberhasilan bisnis,” tutup Henny.(RED)







