Percepat Pemulihan, Aceh Turunkan 539 Nakes dan 33 Tim EMT Terpadu

Percepat Pemulihan, Aceh Turunkan 539 Nakes dan 33 Tim EMT Terpadu
PERCEPAT PEMULIHAN KESEHATAN: Sebanyak 539 tenaga kesehatan dan 33 Tim EMT Terpadu diturunkan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan masyarakat Aceh pascabencana. (FOTO: Adli Safwan)

KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Pemerintah Aceh mempercepat proses pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Hingga Kamis (18/12/2025), pemerintah menurunkan 539 tenaga kesehatan dan 33 tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu ke lapangan, sekaligus mengaktifkan fasilitas kesehatan dan mendistribusikan obat-obatan ke wilayah terdampak.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan data terbaru menunjukkan kondisi infrastruktur kesehatan di 18 kabupaten/kota terdampak. Pemerintah memantau 65 rumah sakit dan 309 Puskesmas.

BACA JUGA: Bersama Tim Medis Malaysia, Gubernur Aceh Kembali Tinjau Korban Banjir Aceh Tamiang

“Sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak kini telah kembali berfungsi normal untuk melayani masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 62 unit Rumah Sakit dan 279 Puskesmas dilaporkan sudah beroperasi aktif secara penuh. Pemulihan fungsi layanan kesehatan ini menjadi prioritas utama guna memastikan para penyintas bencana mendapatkan penanganan medis yang memadai,” ujar Nasir.

Aktivasi Fasilitas Kesehatan dan Distribusi Bantuan

Selain mengaktifkan fasilitas fisik, pemerintah menyalurkan bantuan obat-obatan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita di 13 kabupaten/kota, termasuk Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Pidie, dan Aceh Besar.

Bantuan internasional berupa 80 koli obat-obatan dari Malaysia juga telah disalurkan merata ke seluruh Aceh untuk mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: RSUP Adam Malik Percepat Pemulihan Layanan RSUD Aceh Tamiang Pascabencana

Mobilisasi Tenaga Medis dan Tim EMT Terpadu

Pemerintah Aceh menurunkan 539 tenaga kesehatan yang tergabung dalam 55 tim ke sembilan kabupaten/kota terdampak. Selain itu, 33 unit Tim EMT Terpadu menangani kasus kedaruratan medis di titik-titik kritis, mulai dari Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Tenggara.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pemerintah melibatkan 573 tenaga medis tambahan dalam 58 tim relawan lintas sektor, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, aliansi dokter dan apoteker, perguruan tinggi, rumah sakit, dan LSM swadaya. Tim relawan telah berada di lokasi pengungsian untuk memastikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi para penyintas.

BACA JUGA: Bluefire Peduli Batam Salurkan Bantuan Korban Bencana Aceh

“Tim relawan kesehatan ini adalah gabungan dari seluruh elemen kesehatan di Indonesia. Kehadiran mereka sangat krusial untuk memastikan masyarakat di daerah terisolir seperti Aceh Tengah dan Gayo Lues tetap mendapatkan akses pengobatan di tengah keterbatasan aksesibilitas,” ujar Nasir.

Pemerintah Aceh juga mendirikan posko layanan kesehatan darurat di lokasi pengungsian untuk memantau kondisi fisik dan mental para penyintas. (KSC)

REPORTER: Adli Safwan

Pos terkait