Pendidikan Indonesia masih Memprihatinkan

Pendidikan Indonesia masih Memprihatinkan
Guru besar Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom MPd saat mamaparkan program PPG bagi mahasiswa.

MEDAN | kliksumut.com –  Guru besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof. Dr. Syawal Gultom MPd mengatakan, masalah pendidikan di Indonesia saat ini masih memprihatinkan.

“Masih ada guru tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk menghasilkan siswa berkualitas,” kata Prof Syawal, Selasa (23/1/2024).

Masalah lainnya, kata Syawal pengembangan kurikulum masih lambat dan belum terpadu dengan realita dan kebutuhan masyarakat. Kemudian banyak sekolah yang belum melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi secara lengkap dan berkelanjutan. Bahkan banyak guru yang belum mampu melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensinya secara terus menerus.

Syawal juga menyebutkan banyak guru yang belum mampu menilai dan menghubungi materi dengan baik. “Itulah sebabnya mengapa harus mengikuti pendidikan profesi guru atau PPG,” ujar Syawal.

Menurutnya, selain untuk meningkatkan kompetensi, mengikuti PPG juga untuk mendapatkan sertifikat pendidik atau sertifikat guru profesional. Dia juga menegaskan guru yang profesional harus bisa mengubah mindsetnya, yaitu otak, pikiran dan hati.

Bacaan Lainnya

Untuk menghasilkan generasi yang berkualitas, kata Syawal guru harus memiliki sifat rasa tanggung jawab dan mengajarkan peserta didik untuk membangun kesadaran serta berbuat kejujuran. “Karena, pendidikan membangun kesadaran dan berbuat kejujuran merupakan salah satu prioritas sebagai proses menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkejujuran,” paparnya.

BACA JUGA:Di Hadapan 1.703 Lulusan, Rektor Unimed Ajak Wisudawan Tingkatkan Kompetensi

Dijelaskan Syawal, kesadaran dan kejujuran adalah dua sifat yang sangat penting untuk dikembangkan di dalam proses pendidikan. Dia juga menegaskan PPG ini sangat penting untuk diikuti, karena guru harus memahami PPG dalam implementasi sebagai pendidik.

Sekaitan dengan itu untuk memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi tahapan PPG Prajabatan, Unimed) mengadakan orientasi akademik mahasiswa PPG Prajabatan 2024.

Pada kegiatan itu diikuti 318 mahasiswa untuk 5 bidang studi dengan rincian Bimbingan Konseling sebanyak 26 orang, Tata Busana 2 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 225 orang, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 16 orang dan Seni Budaya sebanyak 19 orang. Proses ini melibatakan rangkaian pelaksanaan yang terdiri dari 32 SKS mata kuliah inti, 4 SKS matakuliah selektif, dan 2 SKS matakuliah elektif.

Menurut Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin ST MPd, menjelaskan bahwa program PPG bertujuan untuk menghasilkan guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menambahkan, pendidik profesional harus mampu menguasai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memprediksi, mengantisipasi, dan mengatasi berbagai aspek serta permasalahan yang dihadapi pada dunia pendidikan. “Tantangan masa depan pendidikan kita adalah bagaimana menciptakan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi,” sebutnya.

BACA JUGA:Rektor Unimed Lantik Wakil Rektor, Dekan dan Ketua Lembaga Periode 2023-2027

Untuk itu diperlukan guru masa depan yang mampu bekerja dan menginspirasi peserta didik belajar dengan baik. “Pembelajaran di PPG tentulah tidak sama dengan pembelajaran pada saat kuliah sarjana (S-1). PPG Prajabatan dilaksanakan melalui perkuliahan dengan masa studi selama 2 semester/1 tahun” ungkapnya.

“Kami minta kepada seluruh peserta agar lebih serius dalam melaksanakan PPG, sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang baik pada saat melaksanakan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM PPG),” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan untuk teruslah berdiskusi dengan dosen, guru pamong dan teman sejawat tentang berbagai hal agar memperoleh hasil yang terbaik. Dengan kompetensi yang dimiliki setelah mengikuti PPG, diharapkan akan memberikan warna dalam menjawab permasalahan pendidikan bangsa. (Swisma Naibaho)

Pos terkait