Pendekar Medan Incar Medali Emas PON Sumut – Aceh


“Alhamdulillah dengan perjuangan keras dan tampil maksimal berhasil lolos di Selekda. Keberhasilan berkat dukungan kedua orang tua dan pelatih saat berlatih maupun bertanding. Hasil yang diraih juga tidak terlepas dari motivasi dari Ketua IPSI Medan dan Ketua KONI Medan yang memberikan arahan agar sebagai atlet memikiki mental juara,” ujar cewek yang berdomisili di Jalan Pimpinan Medan ini, Senin (5/7/2021).

Mahasiswi STOK Bina Guna Medan ini menuturkan sangat penting bagi seorang pesilat untuk mempersiapkan diri dalam pertandingan, khususnya dalam kelas tarung. Laga tarung memberlakukan sistem gugur yang sangat kompetitif yang artinya sekali seorang pesilat kalah ia kehilangan kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya.

BACA JUGA: Pemprov Sumut Lakukan Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Artinya, seorang juara pencak silat harus tidak terkalahkan dari babak penyisihan hingga final. Untuk mencapai prestasi ini, dibutuhkan persiapan yang matang. Latihan fisik dan teknik secara rutin dan terprogram harus dilakukan sesuai arahan dan instruksi pelatih.

Lebih lanjut, pemilik tinggi 169 cm dan berat badan 65 kg menjelaskan sebagai persiapan menuju PON 2024, maka persiapan sebaiknya dimulai dari level yang paling dasar yakni dari diri atlet sendiri, sebagai persiapan pribadi.Apabila seorang pesilat telah memiliki kesiapan sehingga dapat fokus dan kosentrasi untuk menatap laga PON Sumut-Aceh. Fokus dan kosentrasi memiliki peluang yang besar sebagai pesilat untuk meraih juara.

“Sebagai pesilat harus memiliki kesiapan, waktu 42 bulan menuju PON harus lebih terfokus pada pertandingan nantinya, bukan kepada hal-hal lain selain pertandingan. Insya Allah dengan persiapan matang akan tampil maksimal untuk meraih emas,” tutup penyandang sabuk kuning ini. (BNL)

Pos terkait