Pemprov Sumut Paparkan Capaian Infrastruktur 2025, Anggarkan Rp1,95 Triliun untuk Pembangunan 2026

Pemprov Sumut Paparkan Capaian Infrastruktur 2025, Anggarkan Rp1,95 Triliun untuk Pembangunan 2026
CAPAIAN INFRASTRUKTUR 2025: Pemprov Sumut memaparkan capaian infrastruktur 2025 serta rencana anggaran pembangunan senilai Rp1,95 triliun untuk tahun 2026. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat pembangunan infrastruktur strategis di berbagai sektor. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemprov Sumut memaparkan capaian pembangunan infrastruktur tahun 2025 sekaligus rencana kerja dan anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp1,95 triliun.

Paparan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan, yang mewakili Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Darmawan. Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan perkembangan pembangunan jalan, jembatan, irigasi, penyediaan air bersih, hingga kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam.

Jalan Provinsi Ditargetkan 79 Persen Mantap di 2025

Pada sektor jalan, Pemprov Sumut menargetkan sekitar 79 persen jalan provinsi berada dalam kondisi baik dan mantap pada tahun 2025. Total panjang jalan provinsi di Sumatera Utara saat ini mencapai sekitar 9.000 kilometer.

BACA JUGA: Pemprov Sumut Percepat Implementasi Sumut Corporate University untuk ASN

Meski demikian, masih terdapat sekitar 15 persen ruas jalan yang menjadi fokus penanganan lanjutan. Perbaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2029, seiring dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur Sumatera Utara.

Kondisi Jembatan Capai 84 Persen Baik

Untuk infrastruktur jembatan, Pemprov Sumut menargetkan kondisi jembatan provinsi mencapai 84 persen dalam kategori baik. Capaian ini dinilai cukup positif, meskipun sejumlah wilayah sempat terdampak bencana alam pada akhir tahun sebelumnya.

“Secara umum kondisinya masih cukup baik, meski ada beberapa jembatan yang terdampak bencana dan membutuhkan penanganan khusus,” ujar Rizal.

BACA JUGA: Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov Sumut Kembangkan Sentra Cabai Merah di Karo dan Batu Bara

Bacaan Lainnya

Layanan Irigasi dan Air Bersih Masih Rendah

Di sektor irigasi, target tingkat layanan jaringan irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.000 hingga 3.000 hektare, saat ini baru mencapai sekitar 55 persen. Rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh masih banyaknya irigasi rawa yang belum optimal serta ketergantungan pada aliran sungai.

Sementara itu, cakupan layanan air minum di kabupaten dan kota di Sumatera Utara masih tergolong rendah, yakni sekitar 9 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemprov Sumut untuk melakukan pemetaan ulang sumber air baku serta peningkatan sistem penyediaan air minum.

Anggaran Infrastruktur 2026 Capai Rp1,95 Triliun

Memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran indikatif pembangunan infrastruktur sebesar Rp1,95 triliun. Anggaran tersebut akan fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta pengelolaan sumber daya air di seluruh kabupaten dan kota.

BACA JUGA: Pemprov Sumut Tingkatkan Layanan PROBIS 2026, Siapkan Pengaduan 24 Jam untuk Masyarakat

Rincian alokasi anggaran infrastruktur 2026 meliputi:

  • Rp590 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan melalui program percepatan hasil pembangunan
  • Rp356 miliar untuk program strategis daerah bidang jalan

  • Rp268 miliar untuk pengelolaan dan pengendalian sumber daya air

  • Rp57 miliar untuk program strategis daerah sektor sumber daya air

    Anggaran Pascabencana dan Pengadaan Alat Berat

Selain pembangunan rutin, Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran khusus rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana pada 2026. Anggaran tersebut terdiri dari:

  •  Rp151 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan

  • Rp59 miliar untuk perbaikan infrastruktur sumber daya air

  • Rp46 miliar untuk pengadaan alat berat penanggulangan bencana


BACA JUGA: Pemprov Sumut Luncurkan Program Bersekolah Gratis Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Alat berat yang akan siap-sedia antara lain ekskavator, ekskavator lengan panjang, dump truck, wheel loader, serta kendaraan pengangkut alat berat. Seluruh peralatan akan ditempatkan di wilayah rawan bencana untuk mempercepat respons darurat.

“Kita berharap bencana tidak terjadi lagi, namun kesiapan tetap harus ada. Dengan ketersediaan alat berat, penanganan bencana dapat kita lakukan lebih cepat dan efektif,” tegas Rizal.

Perencanaan Melalui Musrenbang dan DPRD

Pemprov Sumut menegaskan bahwa seluruh perencanaan pembangunan infrastruktur tahun 2026 telah melalui Musrenbang kabupaten/kota dan provinsi. Hal itu juga telah dalam pembahassan bersama DPRD Provinsi Sumatera Utara guna memastikan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. (KSC)

Pos terkait