Pemprov Sumut Nilai Sanusi Pane Sangat Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional


Pada tahun 1938 Sanusi Pane mendirikan Institut Bahasa Indonesia. Lembaga kebahasaan yang digagasnya itu pun terus berkembang, baik di pusat dan daerah.

“Kini penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah serta sastra daerah pun telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah,” jelasnya.

Pemukulan gong oleh Sekdaprov Sumut Sabrina menjadi penanda dibukanya secara resmi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi acara Sabrina juga menandatangani gambar sampul buku Cerita Rakyat Sumut, yang dibuat dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Asing dan Bahasa Daerah, yang resmi diluncurkan pada hari yang sama.

Baca juga: Perang Antar Genk di Jalan AR Hakim Berhasil Diamankan Polsek Medan Area



Direktur Kepahlawanan Keperintisan Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kemensos Joko Irianto yang mengikuti seminar secara virtual mengatakan bahwa berkas usulan pemberian gelar pahlawan paling lama diterima pada minggu kedua bulan April tahun 2021.

“Bagi pengusul yang akan melaksanakan seminar nasional, kami imbau agar menggunakan video conference, karena kita tidak bisa menunggu hingga pandemi selesai,” ujarnya.

Joko menjelaskan, usulan Calon Pahlawan Nasional harus diusulkan masyarakat yang bersangkutan kepada bupati/walikota setempat. Bupati/Walikota mengajukan usulan tersebut kepada Gubernur, melalui instansi sosial provinsi setempat.

Baca juga: Kasat Narkoba Polrestabes Medan Berikan Bantuan Ke Komunitas Yededhyadi


“Baru instansi sosial provinsi menyerahkan usulan Calon Pahlawan Nasional yang bersangkutan tersebut kepada Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk diadakan penelitian dan pengkajian (melalui Proses seminar, Diskusi maupun Sarasehan),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBSU Maryanto mengatakan, bahwa seminar nasional tersebut diikuti sekitar 400 orang secara online dan 50 peserta yang datang langsung, serta empat orang pembicara kunci, tujuh orang pembicara khusus, serta 22 orang pemakalah yang sudah diseleksi. ”Atas jasa Sanusi Pane kita saat ini bisa menggunakan bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia, pada kesempatan ini saya juga meminta dukungan kepada bapak/ibu yang berhadir untuk mendukung pengusulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sanusi Pane,” ungkapnya. (rel/wl)

Pos terkait