“Untuk itu ayo dukung dengan tindakan, dengan setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang apapun tidak berakhir hanya sebagai acara seremoni,” ungkapnya lagi
Faisal Hasrimy juga menambahkan bukan masanya lagi setiap kegiatan dan rencana hanya terhenti sebagai seremoni belaka. Harus benar-benar diusahakan bagaimana konsep dan rencana bisa diubah menjadi hal yang konkrit. makanya harus berorientasi pada tindakan, ciptakan lompatan besar.
Dikesempatan yang sama, Ika Hardina Lubis, Kasubbid Ekonomi, Bidang Perencanaan Ekonomi, Kemaritiman, dan SDA-Bappeda Sumatera Utara untuk mewakili Bappeda Provsu bahwa menerangkan jika sektor pariwisata Provsu mengalami penurunan yang sangat tinggi selama masa pandemi, bahkan mencapai persentase 90% lebih.
Baca juga: Mendirikan Kampung Tangguh Harapan dari Desa Untuk Hadapi Pandemi
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumut merasa perlu untuk dilakukan optimalisasi destinasi wisata unggul, penciptaan destinasi wisata baru dan penguatan desa wisata sebagai strategi percepatan pembangunan ekonomi Sumut.
“Ada 8 indikator pembangunan desa wisata, yang merupakan salah satu prioritas, di Sumut yaitu penyusunan masterplan, grand design dan DED, promosi wisata dan pelatihan SDM Pariwisata, Penataan Kawasan, Pelatihan UMKM dan promosi produksi UMKM,” jelas Ika Hardina Lubis.
Ika juga menjelaskan bahwa pelatihan IKM dan promosi produk IKM juga pembentukan dan pendampingan BUMDes, pembangunan infrastruktur dasar, pelatihan dan pendampingan masyarakat seperti pemberian bantuan alat pertanian, pemberian bibit dan lain sebagainya dan terakhir penataan lingkungan hidup.
“Di Sergai sendiri ada 3 destinasi Desa Wisata utama yaitu di Pulau Berhala, Desa Melati II dan Kampung Nipah di Desa Sei Nagalawan. Tentu diberharapkan, melalui pertemuan ini, semua pihak bisa mencapai konklusi yang positif terhadap pariwisata di Sumut sehingga wisatawan tidak lagi hanya mengetahui perihal Danau Toba saja, namun juga destinasi yang tersebar di banyak daerah di Sumut,” ungkap Ika lagi. (Budi Lubis)







