KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Di antara ratusan desa di Kabupaten Langkat, nama Pekubuan di Kecamatan Tanjung Pura selalu terdengar dengan nada getir. Desa ini bukan dikenal karena prestasi atau keindahan alam, tetapi oleh tiga masalah besar yang tak kunjung hilang: banjir musiman, kejahatan malam hari, dan peredaran narkoba di lahan sawit.
Pekubuan dihuni oleh masyarakat multi-etnis, mulai dari Melayu, Jawa, Karo, hingga suku lainnya. Meski hidup berdampingan dengan toleransi, harmoninya kerap diuji oleh bencana dan ancaman sosial. Banjir memaksa warga mengungsi, kejahatan jalanan menebar rasa takut, dan narkoba meracuni generasi muda.
Di balik stigma tersebut, ada kisah nyata warga yang tegar, seperti Ibu Mariam (52). Setiap musim hujan, rumah sederhana di tepi sungainya selalu terendam.
“Kami sudah terbiasa mengungsi. Kadang ke rumah saudara, kadang ke balai desa. Yang penting anak-anak aman,” ujar Mariam dengan mata lelah namun tetap tegar, Selasa (30/12/2025)
BACA JUGA: Sekda Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir Aceh Utara
Selain banjir, Mariam khawatir dengan maraknya peredaran narkoba di sekitar perkebunan sawit. “Anak-anak muda mudah terpengaruh. Kami orang tua sangat khawatir,” katanya.
Meski begitu, Mariam tetap aktif mengikuti kegiatan pengajian dan gotong royong desa, berharap bisa memberi teladan bagi generasi muda. “Saya ingin anak-anak tumbuh dengan baik, jangan sampai ikut-ikutan hal yang merusak masa depan,” tambahnya.
Dalam menangani kejahatan umum dan narkoba, aparat hukum seperti polisi, kejaksaan, BNN, hingga pengadilan memegang peran penting. Namun bagi warga, peran pemerintah desa juga krusial. Upaya preventif, pembinaan masyarakat, dan koordinasi dengan aparat hukum menjadi benteng pertama agar desa tidak terus terjebak dalam masalah.
Warga berharap Pekubuan bisa dikenal bukan lagi sebagai desa rawan, melainkan desa yang bangkit dari stigma. “Kami ingin hidup tenang, tidak lagi takut banjir, tidak lagi resah dengan narkoba. Semoga anak-anak kami bisa merasakan desa yang aman,” tutur Mariam penuh harap.
BACA JUGA: Mendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi SD 057239 Sekoci Pasca Banjir Langkat
Pekubuan mencerminkan kompleksitas kehidupan desa di daerah rawan. Di balik banjir, kejahatan, dan narkoba, ada kisah manusia yang berjuang mempertahankan harapan. Kisah Mariam hanyalah satu dari ratusan cerita warga yang ingin keluar dari bayang-bayang stigma.
Di setiap desa yang disebut rawan, selalu ada orang-orang yang berusaha menjadikan tempat tinggalnya lebih baik. Pekubuan, dengan segala keterbatasan, masih menyimpan harapan itu. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








