Menteri ESDM Pastikan Stok BBM, LPG, dan Listrik Terkendali Jelang Hari Raya

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM, LPG, dan Listrik Terkendali Jelang Hari Raya
Bahlil Lahadalia

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketahanan energi nasional tetap dalam kondisi aman di tengah dinamika geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Selasa (17/3/2026), Bahlil menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik masih berada dalam batas aman sesuai standar nasional. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama menjelang momentum Hari Raya yang biasanya diiringi lonjakan kebutuhan energi.

Meskipun situasi global masih berfluktuasi, pemerintah mulai melihat sinyal positif dari jalur distribusi energi internasional, khususnya di Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia.

“Kita sedikit mendapat angin segar. Selat Hormuz sudah mulai menerapkan kebijakan buka-tutup, sehingga komunikasi antarnegaradi luar konflik tertentumulai terbuka. Ini perkembangan yang positif,” ujar Bahlil.

Perkembangan ini dinilai dapat membantu menjaga stabilitas distribusi energi global yang berdampak langsung pada pasokan dalam negeri.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama badan usaha energi terus melakukan pemantauan stok secara harian. Hasilnya, seluruh sektor energi strategis berada dalam kondisi terkendali.

BACA JUGA: Wamen ESDM Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Idulfitri 1447 H

BBM: Stok aman sesuai standar minimal nasional
LPG: Pasokan tambahan dijadwalkan masuk akhir bulan
Listrik: Tidak ada kendala signifikan
Batu bara untuk PLN: Bertahan di kisaran 14–15 hari (standar nasional

Bacaan Lainnya

“Ketersediaan energi kita relatif aman. Untuk Hari Raya, tidak ada masalah,” tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi, Bahlil memastikan bahwa pemerintah memiliki skema tersendiri yang tidak bergantung sepenuhnya pada dinamika global.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sistem pengelolaan BBM yang berbeda dengan negara lain, termasuk dalam pembagian antara BBM subsidi dan non-subsidi.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas harga energi demi melindungi daya beli masyarakat, terutama setelah Hari Raya.

Bahlil menegaskan bahwa subsidi BBM akan tetap dikendalikan pemerintah setidaknya hingga periode Hari Raya selesai. Kebijakan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Kemenperin Perkuat IKM Kerajinan Lewat Business Matching 2026

Selama harga minyak dunia masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola oleh APBN, pemerintah optimistis stabilitas energi nasional dapat terus dijaga.

“Tugas pemerintah adalah menyelesaikan masalah, bukan menghindarinya. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan kita harus selesaikan bersama,” pungkas Bahlil. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait