Menpora Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo untuk Kemajuan Olahraga Nasional

Menpora Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo untuk Kemajuan Olahraga Nasional
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar terhadap pembangunan olahraga nasional.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar terhadap pembangunan olahraga nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menpora Erick meminta seluruh stakeholder olahraga Indonesia untuk tidak meragukan perhatian pemerintah terhadap masa depan olahraga Tanah Air. Menurutnya, Presiden Prabowo merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Indonesia yang memiliki kepedulian nyata terhadap kemajuan atlet dan ekosistem olahraga nasional.

“Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga bagian dari olahraga nasional,” kata Menpora Erick dikutip, Senin (11/5/2026).

Menpora Erick menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menjalankan proses transformasi dan penataan ulang sistem olahraga nasional agar lebih terstruktur dan kompetitif di tingkat internasional.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama lintas kementerian untuk mendukung pembinaan atlet dan pengembangan olahraga nasional secara berkelanjutan.

Kemenpora bersama Kemendikdasmen, misalnya, telah menyusun payung hukum terkait pengelolaan kompetisi olahraga pelajar dan mahasiswa.

“Sekarang kita sudah punya payung hukum, seperti POPNAS yang nanti bersinergi dengan Kemendikdasmen, atau juga POMNAS yang berada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujarnya.

Selain memperkuat regulasi, pemerintah juga menjalankan program beasiswa atlet sesuai arahan Presiden Prabowo. Program tersebut mencakup beasiswa dalam negeri hingga dukungan melalui LPDP yang menyediakan kuota khusus bagi atlet berprestasi.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Kemenpora bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM juga telah menandatangani kesepakatan strategis terkait pemanfaatan fasilitas olahraga nasional.

BACA JUGA: Menpora Erick Thohir Saksikan Kerja Sama FIBA dan MILO Indonesia, Dorong Pembinaan Basket hingga Akar Rumput

“Sudah ada SKB tiga menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor,” jelas Erick.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan fasilitas olahraga secara optimal sekaligus memperkuat pembinaan atlet di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick juga mengungkap keberhasilan Indonesia menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 yang menghasilkan Deklarasi Bali.

Salah satu poin penting dalam deklarasi itu adalah kesepakatan membangun sport intellectual property (sport IP) Asia Tenggara melalui penyelenggaraan ASEAN Marathon mulai tahun 2027 dan 2028.

“Kita sepakat akan memiliki ASEAN Marathon di tahun 2027 dan 2028. Mungkin empat negara dulu, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ungkapnya.

Menurut Erick, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang memiliki agenda olahraga bergengsi dunia seperti London Marathon maupun New York Marathon.

Kemenpora juga melakukan reformasi regulasi melalui Permenpora Nomor 08 Tahun 2026. Dalam aturan terbaru itu, sebanyak 191 regulasi disederhanakan menjadi hanya empat aturan utama.

Tak hanya itu, jumlah pasal juga dipangkas dari sekitar 1.500 menjadi 600 pasal guna mempercepat birokrasi dan mendukung efisiensi pengelolaan olahraga nasional.

“Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia, dan dunia,” tegas Erick.

BACA JUGA: Kemenpora Buka Pelatihan TPON 2026, Cetak Penggerak Olahraga Nasional dari 38 Provinsi

Menutup sambutannya, Menpora Erick menegaskan bahwa olahraga Indonesia harus mampu menjadi bagian dari ekosistem olahraga global, bukan hanya fokus pada kompetisi domestik semata.

“Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah optimistis transformasi olahraga nasional dapat melahirkan prestasi yang lebih besar dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait