KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus perkuat basis investor domestik melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang harapkan jadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun.
“Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama pasar modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” kata Hasan dalam keterabgan tertulis dilansit Junat (22/5/2026). Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa.
Pada kuliah umum di Universitas Malahayati Bandar Lampung, Hasan menyebutkan, hingga 5 Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia capai sekitar 26,7 juta investor.
Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Lampung tercatat mencapai sekitar 614 ribu investor dan menempatkan Lampung pada peringkat kesembilan nasional.
Menurut Hasan, di tengah perkembangan teknologi digital dan ketidakpastian global, masyarakat perlu memiliki pemahaman investasi yang memadai agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Hasan juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi Pasar Modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen.
Disebutkannya, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan.
BACA JUGA: Jaga Pertumbuhan Kredit, OJK Dukung Kepastian Hukum Kredit Macet di Perbankan
Hasan juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan keuangan digital yang berkembang pesat saat ini.
Dijelaskannya, kalau ada tawaran investasi, pertamq periksa dulu legalnya dan produknya apa terdaftar di OJK atau otoritas terkait
” Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kita harus waspada,” ujar Hasan.
Sementara itu, perwakilan Gubernur Lampung, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Sulpakar mengapresiasi kepada OJK dan Universitas Malahayati atas penyelenggaraan edukasi pasar modal bagi generasi muda.
“Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan,” kata Sulpakar
Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, investasi, dan pasar modal akan menjadi semakin penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
Sulpakar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan praktik keuangan yang merugikan masyarakat.
Disebutkannya, kemudahan akses investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang benar agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak mudah terjebak pada investasi ilegal.
Rektor Universitas Malahayati Muhammad Kadafi mengatakan pasar modal kini memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan penguatan pembangunan daerah.
“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujar Muhammad Kadafi.
BACA JUGA: OJK Perkuat Literasi Finansial Prajurit TNI AL lewat Kick Off BLK 2026
Kadafi juga menilai literasi keuangan dan pemahaman investasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi saat ini.
“Ini menjadi motivasi besar bagi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memahami dunia investasi serta sektor keuangan Indonesia,” kata Muhammad Kadafi.
Melalui SEPMT 2026, OJK berharap perluasan literasi dan inklusi pasar modal dapat semakin memperkuat partisipasi investor domestik, khususnya generasi muda, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (KSC)
REPORTER: SN







