Masinton Pasaribu: “Jangan Pilih Pemimpin yang Hanya Mengandalkan Tangan dan Kaki untuk Menindas Rakyatnya”

REPORTER: Benny
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | TAPTENG – Masinton Pasaribu, yang maju sebagai calon Bupati Tapanuli Tengah bersama Mahmud Efendi Lubis dengan nomor urut 2, mengajak masyarakat Desa Pasaribu Tobing Jahe, Kecamatan Pasaribu Tobing, untuk menentukan apakah ingin perubahan atau tetap bertahan di situasi sekarang. Saat ditanya tentang harapan masyarakat, warga setempat dengan kompak menyuarakan keinginan untuk perubahan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur desa yang selama ini terabaikan.

Masinton menyampaikan, “Kalau kita ingin perubahan, pilih nomor 2. Jangan biarkan masyarakat ditakut-takuti oleh segelintir orang. Apakah kita mau terus hidup dalam kemiskinan? Kita bangun pemerintahan yang bersih dari korupsi. Semua aparatur daerah akan kita arahkan untuk tidak terlibat korupsi, mulai dari kepala dinas hingga perangkat desa,” tegasnya pada Selasa (5/11/2024).

BACA JUGA: Masinton Pasaribu: Tolak Pemimpin Korup, Tapteng Harus Bebas dari Pungli dan Penyelewengan Anggaran

Komitmen Anti-Korupsi dan Perbaikan Infrastruktur

Masinton menekankan pentingnya pemimpin yang bersih dari korupsi untuk mewujudkan pembangunan yang pro-rakyat. Menurutnya, jika masyarakat masih memilih pemimpin yang korup, maka layanan publik seperti perbaikan jalan, irigasi, fasilitas pendidikan, dan kesehatan akan terus terbengkalai.

“Apakah kita mau menukar harga diri dengan sogokan lima tahun ke depan? Jangan biarkan Tapanuli Tengah dimonopoli oleh mereka yang tak peduli pada perubahan,” ujar Masinton, memperingatkan warga akan bahaya politik uang yang dapat merugikan daerah dalam jangka panjang.

Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Barus

Salah satu janji yang Masinton utarakan adalah pembangunan rumah sakit di sekitar Kecamatan Barus. Hal ini dinilai penting untuk mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah Barus, Manduamas, Sosorgadong, dan kecamatan lainnya yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh ke RSUD Pandan.

“Kita perlu rumah sakit yang dekat, agar masyarakat tak perlu jauh-jauh lagi ke Pandan. Kalau pemimpin tak punya jaringan dan visi, hal seperti ini tidak akan terwujud. Pemimpin yang hanya ‘jago kandang’ tak akan berani melayani masyarakat kecil,” lanjutnya.

Masinton juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi dan hati nurani yang kuat. “Pemimpin yang memiliki isi kepala akan berpikir untuk memajukan daerah dan warganya. Jika ia punya hati, ia akan memperhatikan dan melindungi masyarakat yang lemah. Tapi jika hanya mengandalkan tangan dan kaki, dia hanya akan menindas rakyatnya,” pungkas Masinton.

Dukungan Tokoh Masyarakat untuk Pasangan Masinton-Mahmud

R. Silitonga, seorang tokoh masyarakat Desa Pasaribu Tobing Jahe, turut memberikan dukungannya kepada pasangan Masinton-Mahmud. Ia berharap pasangan nomor urut 2 ini memenangkan pemilihan untuk membawa perubahan nyata di Kecamatan Pasaribu Tobing.

BACA JUGA: Masinton Pasaribu Berjanji Puskesmas Harus Naik Kelas di Barus

“Kami percaya pada pemikiran dan visi MAMA (Masinton-Mahmud) untuk membawa Tapanuli Tengah naik kelas. Tidak mungkin kita kalahkan Masinton di kampung sendiri. Antusiasme masyarakat yang mendukung sangat besar, dan kami berharap cita-cita ini diberkahi Tuhan,” ujar Silitonga di hadapan warga yang hadir.

Dengan visi untuk membangun Tapanuli Tengah yang lebih baik, pasangan Masinton-Mahmud berkomitmen menghadirkan perubahan yang diinginkan oleh masyarakat, membangun infrastruktur yang lebih memadai, dan menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi. (KSC)

Pos terkait