Lonjakan Kasus ISPA di Medan Tembus 30 Ribu, DPRD Desak Aksi Nyata dari Pemerintah Kota

Lonjakan Kasus ISPA di Medan Tembus 30 Ribu, DPRD Desak Aksi Nyata dari Pemerintah Kota
Ketua Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Medan terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan, jumlah kasus ISPA meningkat drastis dari 25.715 kasus pada Agustus menjadi 30.952 kasus per September 2025.

Lonjakan ini langsung mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan. Ketua Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A, menegaskan pentingnya tindakan cepat dan konkret dari pemerintah, bukan sekadar imbauan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinkes yang cepat merespons, tapi penanganan ISPA tidak boleh berhenti pada imbauan. Harus ada tindakan nyata di lapangan,” kata Kasman kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Kasman menilai bahwa penyediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, dan penguatan peran puskesmas harus menjadi prioritas. Ia juga meminta agar Dinas Kesehatan melakukan monitoring langsung ke seluruh puskesmas dan rumah sakit.

BACA JUGA: Reza Pahlevi Turun Langsung Bersihkan Drainase di Kelambir 5, Medan Helvetia

Bacaan Lainnya

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA bisa dipicu oleh beberapa faktor seperti kualitas udara yang memburuk, perubahan cuaca ekstrem, serta kepadatan penduduk di berbagai wilayah Kota Medan.

Dalam surat edaran tertanggal 20 Oktober 2025, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari paparan asap rokok. Namun, DPRD menilai pendekatan ini perlu diperkuat dengan aksi lapangan.

“Selain imbauan, pemerintah perlu lakukan penyemprotan disinfektan di area publik dan sekolah, serta kampanye kesehatan secara masif,” tambah Kasman.

Politisi PKS tersebut juga mendorong agar kader kesehatan tingkat kelurahan dan tenaga medis dilibatkan aktif dalam edukasi masyarakat, terutama di sekolah dan posyandu. Menurutnya, anak-anak dan lansia merupakan kelompok paling rentan terkena ISPA.

BACA JUGA: Camat Medan Helvetia Gelar Penertiban Pajak Sikambing Bersama Tim Gabungan

“ISPA bisa menyerang siapa saja. Maka dari itu, penyuluhan preventif harus segera digencarkan,” tegasnya.

Kasman menutup pernyataannya dengan harapan agar Pemerintah Kota Medan memperkuat koordinasi lintas sektor demi mencegah penyebaran ISPA yang lebih luas. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan udara. (KSC)

Pos terkait