Lawan Narkoba dengan Al-Qur’an: Polres Asahan dan Pemkab Resmikan Rumah Tahfidz Amaliyah

Lawan Narkoba dengan Al-Qur’an: Polres Asahan dan Pemkab Resmikan Rumah Tahfidz Amaliyah
Rumah Tahfidz Qur’an Amaliyah yang berlokasi di Kelurahan Teladan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, resmi dibuka sebagai pusat pencetak generasi Qur’ani sekaligus benteng moral masyarakat.

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Sebuah langkah progresif dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika dilakukan oleh jajaran Polres Asahan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan. Pada Rabu (29/4/2026), Rumah Tahfidz Qur’an Amaliyah yang berlokasi di Kelurahan Teladan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, resmi dibuka sebagai pusat pencetak generasi Qur’ani sekaligus benteng moral masyarakat.

Peresmian ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa. Rumah Tahfidz Amaliyah hadir dengan status istimewa, yakni sebagai lembaga pendidikan binaan langsung Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Asahan.

Hal ini menandakan pergeseran strategi kepolisian dalam memberantas narkoba, yakni melalui pendekatan spiritual dan edukasi sejak dini.

Acara peresmian ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci daerah, di antaranya Wakil Bupati Asahan Rianto, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Amaliyah M. Tantowi Batubara, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan, Rianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi unik ini. Menurutnya, pemerintah daerah sangat terbantu dengan inisiatif kepolisian yang masuk ke ranah pembinaan karakter.

BACA JUGA: Sinergi Membangun Desa, Bupati Asahan Perkuat Peran PKK sebagai Pilar Kesejahteraan Keluarga

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Asahan, kami mendukung penuh keberadaan rumah tahfidz ini. Ini adalah bukti nyata sinergi antara Polri dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif sekaligus membangun SDM yang berakhlak mulia,” ujar Rianto.

Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, menegaskan bahwa keterlibatan Sat Res Narkoba dalam membina rumah tahfidz adalah bentuk komitmen jangka panjang. Ia percaya bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum (represif), tetapi harus dibarengi dengan penguatan nilai spiritual (preventif).

Bacaan Lainnya

“Kami mengajak seluruh personel untuk aktif mendukung kegiatan di sini. Harapannya, dari tempat ini akan lahir para hafiz dan hafizah yang tidak hanya menghafal ayat, tapi juga menjadi teladan moral yang menjauhkan diri dan lingkungannya dari pengaruh buruk narkoba,” tegas AKBP Revi.

Senada dengan hal tersebut, M. Tantowi Batubara selaku Ketua Yayasan mengungkapkan rasa syukur atas dukungan moril dan materil dari kepolisian dan Pemkab. Menurutnya, motivasi dari para pemangku kebijakan sangat krusial bagi keberlangsungan program pembinaan santri ke depannya.

Rangkaian acara berlangsung dengan suasana sejuk dan khidmat. Tidak hanya fokus pada peresmian fisik, panitia juga menggelar aksi sosial berupa penyantunan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar.

BACA JUGA: Estafet Kepemimpinan Mahasiswa: Wakil Bupati Asahan Dorong DEMA IAIDU Jadi Motor Pembangunan Daerah

Dalam sesi tausiyah, Al-Ustadz Aswaluddin Rambe mengingatkan jamaah bahwa Al-Qur’an adalah sumber ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia. Ia menekankan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an akan membawa keberkahan dan syafaat bagi umat Islam yang mengamalkannya.

Dengan berdirinya Rumah Tahfidz Qur’an Amaliyah, Kabupaten Asahan kini memiliki satu lagi kawah candradimuka yang diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. (KSC)

REPORTER: Dinda Meyla Sari

Pos terkait