KLIKSUMUT.COM | BATAM – Lapas Batam bersama komunitas Tunas Bioflok Indonesia menanamkan komitmen baru dalam penguatan ketahanan pangan dan kemandirian perikanan. Melalui program pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), keduanya menebar 3.000 bibit ikan nila di kolam budidaya lapas pada Kamis (20/11).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelatihan akuakultur modern dengan mengedepankan teknologi bioflok yang efisien dan ramah lingkungan.
Sinergi Lapas dan Komunitas Bioflok
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto menegaskan, kerja sama dengan Tunas Bioflok Indonesia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi WBP di bidang budidaya perikanan.
“Dengan metode bioflok, kami berharap proses pembesaran ikan berjalan optimal, panen meningkat, dan WBP memiliki keterampilan nyata sebagai bekal reintegrasi sosial kelak,” harapnya.
Teknologi bioflok dikenal mampu mempercepat pertumbuhan ikan sekaligus menekan biaya pakan, sehingga cocok diterapkan dalam pembinaan keterampilan berbasis produksi.
BACA JUGA: SDM Tangguh Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan di Indonesia
Pendampingan hingga Masa Panen
Sementara Perwakilan Tunas Bioflok Indonesia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menegaskan komitmen mereka untuk mendampingi proses budidaya hingga panen.
Tunas Bioflok Indonesia juga menyatakan bahwa pendampingan tersebut penting agar penerapan teknologi bioflok secara konsisten dan menghasilkan ikan sehat bernilai ekonomis.
BACA JUGA: TNI AL Gelar Panen Ketahanan Pangan 2025 di Batam, Dukungan Kemandirian Pangan Maritim
Dorong Kemandirian dan Manfaat Sosial
Dengan penebaran 3.000 bibit nila tersebut, Lapas Batam optimistis dapat memperkuat unit budidaya perikanan oleh WBP. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi WBP dan masyarakat sekitar. (KSC)
REPORTER: Dalil Harahap








