KLIKSUMUT.COM | SURABAYA – Buruknya koordinasi lini belakang saat kehilangan bola menjadi perhatian serius pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, dalam rangkaian sesi latihan terbaru tim. Arsitek asal Portugal tersebut menyoroti tingginya jumlah kebobolan yang dialami timnya akibat lemahnya transisi defensif dalam beberapa pertandingan terakhir BRI Super League musim 2025/26.
Sejak menjalani debut pada 10 Januari lalu, Bernardo Tavares mencatatkan performa yang cukup fluktuatif bersama Bajul Ijo. Dari total sembilan pertandingan, Persebaya mengoleksi empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Secara produktivitas, lini serang Persebaya terbilang cukup tajam dengan torehan 15 gol. Namun, performa impresif di depan tidak diimbangi dengan kekokohan lini belakang. Dalam periode yang sama, gawang mereka juga telah kebobolan 15 gol—angka yang menunjukkan ketidakseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Sorotan utama terjadi saat Persebaya dipermalukan Borneo FC Samarinda dengan skor telak 5-1 pada 7 Maret lalu. Kekalahan tersebut menjadi alarm keras, mengingat hampir separuh gol yang bersarang terjadi hanya dalam tiga laga terakhir.
BACA JUGA: Performa Persebaya Menurun, Bernardo Soroti Minimnya Persaingan Skuat di BRI Super League
“Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain dengan keseimbangan defensif yang baik agar tidak kembali dirugikan karena penempatan posisi yang kurang tepat,” ujar Tavares, Selasa (31/3/2026).
Dalam sesi latihan, pelatih berusia 44 tahun itu menekankan pentingnya prinsip garis pertahanan serta respons cepat saat terjadi perubahan situasi dari menyerang ke bertahan. Fokus latihan diarahkan pada organisasi tim ketika menguasai bola maupun saat kehilangan bola.
Menurut Tavares, para pemain harus lebih cerdas dalam membaca situasi, terutama ketika menghadapi serangan balik lawan yang kerap menjadi sumber kebobolan.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan skema menyerang. Keseimbangan ini harus diperbaiki karena banyak gol lawan datang dari proses counter attack,” tambahnya.
BACA JUGA: Persebaya Fokus Evaluasi Jelang Laga Krusial BRI Super League
Nama-nama seperti Reva Adi Utama diharapkan mampu mengimplementasikan instruksi pelatih dengan lebih disiplin. Pemahaman ruang dan komunikasi antar lini menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas permainan selama 90 menit.
Dengan evaluasi menyeluruh ini, Persebaya optimistis bisa tampil lebih solid dalam menghadapi jadwal padat sepanjang April. Kesiapan mental dan kedisiplinan lini belakang akan menjadi faktor penentu saat menjamu Persita Tangerang pada Sabtu (4/4/2026) mendatang.
Laga tersebut menjadi momentum penting bagi Bajul Ijo untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa perbaikan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil di atas lapangan. (KSC)
TIM REDAKSI








