Kisah Sukses Kotak, Band Rock Indonesia yang Lahir dari Ajang The Dream Band

Kisah Sukses Kotak, Band Rock Indonesia yang Lahir dari Ajang The Dream Band
Kotak Band

KLIKSUMUT.COM – Di tengah ramainya industri musik Indonesia pada awal 2000-an, sebuah band rock lahir dari ajang pencarian bakat The Dream Band dan hingga kini masih menjadi salah satu band papan atas Tanah Air. Dialah Kotak, grup musik yang resmi terbentuk pada 27 September 2004.

Kotak bukanlah band biasa. Mereka adalah hasil “racikan” produser ternama Doddy Isnaini dari grup Kahitna, yang menggelar audisi besar-besaran untuk mencari musisi muda berbakat. Dari ribuan peserta – 400 vokalis, ratusan gitaris, bassist, dan drummer – terpilihlah delapan finalis yang dibagi menjadi dua band: Kotak dan Lima.

Formasi awal Kotak diisi oleh Pare (vokal), Cella (gitar), Icez (bass), dan Posan (drum). Nama “Kotak” dipilih karena melambangkan empat sisi yang berbeda namun menyatu dalam satu wadah musik – filosofi yang masih terasa kuat hingga kini.

Setelah menjuarai The Dream Band, Kotak merilis single debut “Sendiri” melalui album kompilasi The Dream Band ‘Delapan’. Mereka kemudian merilis album perdana bertajuk “Kotak” di bawah label HMR dengan hits seperti “Hilang”, “Kau Pilih Dia”, dan “Saat Kau Jauh”.

BACA JUGA: Kisah Peterpan: Dari Warung Sate Kelinci ke Puncak Tangga Musik Indonesia

Namun dinamika dunia musik tak bisa dihindari. Pada 2006, Pare memutuskan hengkang untuk fokus kuliah dan berkarier di balik layar. Posisinya digantikan oleh Tantri Syalindri Ichlasari, kontestan The Dream Band 2005. Tak lama kemudian, Icez juga keluar dan digantikan oleh Chua (Swasti Sabdastantri), yang langsung memberi warna baru dalam album kedua bertajuk “Kotak Kedua” (2008).

Formasi ini Tantri, Chua, dan Cella kemudian dikenal sebagai trio ikonik Kotak, dan membawa band ini menuju puncak popularitas.

Tahun 2010 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kotak dengan dirilisnya album “Energi”. Lagu-lagu seperti “Pelan-Pelan Saja”, “Selalu Cinta”, dan “Cinta Jangan Pergi” menjadi hits besar di berbagai radio dan platform musik digital. Album ini sukses meraih Album Terbaik di Anugerah Planet Musik 2011 serta memborong 4 penghargaan di AMI Awards tahun yang sama.

Bacaan Lainnya

Kesuksesan tersebut berlanjut dengan perilisan ulang Energi (Repackaged) yang memuat soundtrack fenomenal “Tendangan dari Langit”.

Namun, pada 8 Maret 2011, Posan memilih keluar dari band karena ingin fokus pada proyek band lainnya. Sejak saat itu, Kotak menggunakan drummer tambahan dalam berbagai pertunjukan dan rekaman, termasuk Sinyo Drumboy, Sevri Heyho, dan Bounty Ramdhan.

BACA JUGA: Kisah Awal Terbentuknya Band Kerispatih: Dari Kampus ke Puncak Tangga Lagu Indonesia

Kotak juga sempat merilis album kompilasi terbaik bertajuk “Terbaik” (2012) yang hanya dijual eksklusif di gerai KFC. Disusul album “Never Dies” (2014) yang menghadirkan single andalan seperti “Perfect Love” dan “Inspirasi Sahabat” – lagu-lagu bertema cinta dan persahabatan yang kian memperkuat karakter band ini.

Pada awal 2016, Tantri memutuskan hiatus sementara karena kehamilan, dan posisinya digantikan oleh Kikan (eks-vokalis Cokelat) dalam proyek spesial Kikan X Kotak. Single kolaborasi mereka, “Long Live Rock N Roll”, menjadi bukti eksistensi Kotak yang tetap kuat meski dengan perubahan formasi.

Kotak bukan hanya band rock biasa  mereka adalah simbol konsistensi, kreativitas, dan semangat untuk terus berkarya di industri musik Indonesia. (KSC)

Pos terkait