KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengokohkan fondasi industri nasional agar tetap tangguh dan berdaya saing di tengah dinamika global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) menjadi arah kebijakan utama untuk mendorong Indonesia Emas 2045.
“SBIN bertumpu pada empat pilar: hilirisasi industri, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, dan keberlanjutan. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci penguatan daya saing industri nasional,” ujar Menperin saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Dalam implementasi SBIN, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) memegang peran strategis melalui pengembangan standardisasi, kebijakan jasa industri, serta penguatan infrastruktur mutu. Kepala BSKJI, Emmy Suryandari, menyampaikan, layanan 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BSKJI mencakup sertifikasi, pengujian, kalibrasi, uji profisiensi, hingga pendampingan teknis, guna meningkatkan mutu, keselamatan, dan daya saing produk industri nasional.
BACA JUGA: Lebih 90 Persen Jaringan Telkomsel di Aceh Pulih Pascabencana, Temani Masyarakat Lewati Masa Sulit
Industrial Gathering 2025, Ajang Kolaborasi Pemangku Kepentingan Industri
Sebagai bagian dari program penguatan industri, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) menyelenggarakan Industrial Gathering 2025 dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Menuju Kemandirian Industri.” Acara ini diikuti 200 peserta, terdiri dari 150 peserta luring dan 50 peserta daring, termasuk instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN, Bank Indonesia, pelaku industri, akademisi, serta asosiasi industri.
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menekankan pentingnya menjaga mutu produk nasional. “BSKJI akan memastikan produk industri nasional memenuhi standar mutu, keselamatan, dan standar global yang berkelanjutan. Seluruh unit kerja kami didorong untuk berinovasi dan adaptif terhadap kebutuhan industri,” katanya.
Plt. Kepala BBSPJIKB, Cahyadi, menjelaskan, acara ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan. “Industrial Gathering juga menjadi ajang sosialisasi perluasan layanan jasa industri BBSPJIKB, agar kolaborasi ke depan semakin solid,” jelasnya.
Diskusi Panel dan Penghargaan Industri
Rangkaian acara menampilkan diskusi panel menghadirkan empat narasumber dari Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, KADIN DIY, PT Fumira, serta internal BBSPJIKB. Diskusi ini membahas tantangan dan peluang pengembangan industri nasional ke depan.
BACA JUGA: Lebih dari 90 Persen BTS Indosat di Aceh Pulih Pascabanjir
Selain itu, BBSPJIKB memberikan penghargaan kepada klien dan mitra terbaik dalam kategori Top Client, Top Loyal, dan Best Partner. Penyerahan sertifikat simbolis juga dilakukan untuk industri yang telah lulus proses sertifikasi, mencakup enam jenis layanan: sertifikasi produk SNI, Batikmark, sertifikasi profesi, sistem manajemen mutu, halal, dan industri hijau. Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan mutu, kepatuhan standar, dan daya saing industri nasional secara berkelanjutan.
Dengan implementasi SBIN dan Industrial Gathering 2025, Kemenperin menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem industri nasional, mendorong inovasi, serta mempersiapkan industri Indonesia menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. (KSC)
TIM REDAKSI







