Kemenperin Pastikan Industri Susu Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya Investasi Rp1,14 Triliun

Kemenperin Pastikan Industri Susu Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya Investasi Rp1,14 Triliun
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok bahan baku, serta penerapan teknologi Industri 4.0 di sektor pengolahan susu.

Salah satu wujud nyata kesiapan tersebut ditunjukkan oleh PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang menanamkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun guna memperkuat pasokan susu UHT untuk mendukung program MBG.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan susu memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah terus memacu industri untuk berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (24/1/2026).

Sebagai bentuk komitmen, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Pabrik ini dilengkapi dengan tiga lini produksi susu UHT berkemasan 125 ml dan 200 ml, yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Kemenperin Tegaskan Investasi di Indonesia Harus Bawa Alih Teknologi dan Perkuat Industri Nasional

Selain itu, Ultrajaya juga merencanakan penambahan lini produksi baru pada Maret 2026, seiring meningkatnya kebutuhan susu UHT untuk mendukung program nasional tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa pabrik Ultrajaya telah mengadopsi teknologi Industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti mampu meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kualitas produk,” ungkapnya.

Berbagai teknologi canggih yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

Tak hanya itu, pabrik tersebut juga dilengkapi Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration, sehingga sebagian besar limbah cair dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.

Dari sisi hulu, Ultrajaya juga memperkuat pasokan bahan baku susu segar dengan mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara. Saat ini, total populasi sapi perah mencapai sekitar 7.000 ekor, dan perusahaan berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna meningkatkan pasokan susu segar dalam negeri.

BACA JUGA: Bahlil Dorong PLTS Percepat Elektrifikasi Pulau Terpencil, Target Seluruh Desa Berlistrik 2029

Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong PT Ultrajaya untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri dalam rangka memenuhi target Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, Kemenperin juga mengajak Ultrajaya mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi.

Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan program digitalisasi Tempat Penampungan Susu (TPS) guna menjaga kualitas, kandungan protein, serta kesegaran susu segar. Melalui penguatan investasi, penerapan teknologi digital, serta sinergi dengan peternak dan koperasi susu, Kemenperin optimistis industri pengolahan susu nasional mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait