Kawanan Rampok Ternak Bebek Ditangkap Polisi, Satu Residivis

Perampok bebek
Empat tersangka adalah HP alias Haruting (49), MG alias Atur (41), S (40), TS (35) warga Desa Kampung Kelapa dan Limau Sundei masih dalam periksaan intensif.
Perampok bebek
Empat tersangka adalah HP alias Haruting (49), MG alias Atur (41), S (40), TS (35) warga Desa Kampung Kelapa dan Limau Sundei masih dalam periksaan intensif.


BATU BARA | kliksumut.com – Diduga pelaku tidak dapat sasaran lain, bebekpun di embat juga. Sepertinya pelaku sudah sangat mengetahui letak dan kondisi pondok kemah peternak ratusan ekor bebek yang sering pindah dari kampung kekampung, disaat petani usai panen padi, sehingga kawanan perampok dengan leluasa menyikat ratusan ekor bebek dan terlebih dahulu mengikat korban.

Kasus perampokan dengan kekerasan terjadi, Minggu (05/07/2020). Saat itu sore hari. penjaga ternak bernama Jhon Piter Siregar bersama anaknya Juster Siregar warga Kabupaten Simalungun dipukul para tersangka yang saat itu memakai sebo penutup wajah.

Para tersangka lalu mengikat kaki dan tangan kedua korban dan selanjutnya korban diikat kepohon pisang tidak berapa jauh dari kemah korban.

Baca juga : Kapolres Batu Bara Cek TKP Lokasi Perampokan dan Kunjungi Korban di Rumah Sakit

Empat tersangka berhasil ditangkap, satu diantaranya HP alias Haruting (49) seorang residivis baru beberapa hari bebas dalam kasus ranmor.

Dalam waktu yang singkat Polsek Indrapura Polres Batu Bara berhasil mengungkap kasus perampokan ternak bebek di Desa Kampung Kelapa Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara, Minggu sore (05/07/2020).

Empat tersangka adalah HP alias Haruting (49), MG alias Atur (41), S (40), TS (35) warga Desa Kampung Kelapa dan Limau Sundei masih dalam periksaan intensif.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis kepada melalui Kapolsek Indrapura AKP Sandi, Senin (06/07/2020) membenarkan kejadian perampokan terhadap dua penjaga ternak bebek di tengah persawahan Desa Kampung Kelapa, Minggu sore.

Saat itu, empat pelaku memakai sebo mengendap-ngendap kekemah tempat korban. Setelah itu tiga tersangka masuk dan menyergap korban lalu memukul korban. Kedua korban tidak berdaya dan mengikat tangan dan kaki dan menyeret korban keluar dan mengikat korban kepohon pisang, sedangkan TS berjaga diluar.

“Beberapa saat, datang sebuah mobil pick-up dari simpang empat Desa Limau Sundei dan secepatnya memasukkan 600 ekor bebek ke mobil pick-up seterusnya dibawa ke Tebingtinggi,” sebut Kapolsek.

Setelah diselidiki, pelaku perampokan dengan kekerasan ini, diyakini orang yang pernah bekerja sebagai penjaga ternak bebek.

Baca juga : Hina Wartawan Televisi, Ketua IJTI Sumut Beraksi Keras Minta Kapolda Desak Kapolres Batu Bara Proses RML

Kalau orang biasa mana mungkin bisa menangkap bebek segitu banyak. Akhirnya dalam tempo beberapa jam kasus perampokan peterna bebek bisa terungkap. Dua tersangka dibawa petugas ke Tebingtinggi untuk menemukan 600 ekor bebek sebagai barang bukti.

“Satu dari empat tersangka HP alias Haruting merupakan resedivis, baru bebas dari LP dalam kasus ranmor,” ujar AKP Sandi.

Keempat tersangka kini meringkuk di sel tahanan Polsek Indrapura untuk mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya. (Plk)

Pos terkait