KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Dugaan lambannya respons pelayanan PT PLN kembali menjadi sorotan publik. Sebuah kabel listrik yang putus dan jatuh menempel di atap seng rumah warga di Jalan Pimpinan Gang Wisma No. 8A, Kota Medan, hingga kini belum mendapat penanganan meski telah dilaporkan sejak beberapa hari lalu.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan pada Rabu (3/6/2026) malam. Sejak saat itu, kabel listrik yang menjuntai dan menyentuh atap seng rumah warga dilaporkan kerap menimbulkan percikan api yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah maupun masyarakat sekitar.
Hingga Sabtu (6/6/2026), kondisi berbahaya tersebut disebut masih belum mendapat tindakan dari pihak PLN.
Warga setempat mengaku khawatir karena kabel listrik yang menempel pada atap seng dapat menyebabkan kebocoran arus listrik dan memicu kebakaran sewaktu-waktu.
Selain risiko korsleting, seng rumah yang dialiri listrik juga berpotensi mengancam keselamatan penghuni maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Pemilik rumah mengaku telah melaporkan kejadian tersebut melalui layanan pengaduan resmi PLN 123. Laporan itu bahkan telah tercatat dengan nomor pengaduan G1226060402426.
Namun hingga beberapa hari setelah laporan dibuat, warga mengaku belum melihat adanya perbaikan ataupun penanganan langsung di lokasi.
Tak hanya melalui layanan pelanggan, berbagai upaya lain juga dilakukan agar kondisi berbahaya tersebut segera ditangani.
Warga mengaku telah menghubungi pihak Humas PLN Area Medan hingga jajaran manajemen PLN UID Sumatera Utara dengan harapan petugas segera turun ke lapangan.
Namun menurut keterangan warga, berbagai upaya tersebut belum menghasilkan respons yang memuaskan.
BACA JUGA: Buka Suara Soal Biaya Akomodasi Peserta AFF U-19, Rico Waas: Tidak Pernah Ada Kesepakatan
Situasi ini pun memicu kekecewaan masyarakat yang menilai pelayanan terhadap laporan yang menyangkut keselamatan publik seharusnya menjadi prioritas utama.
Salah seorang warga Medan, Iwan Panjiwinata, menilai respons PLN terhadap laporan tersebut terkesan lamban meskipun potensi bahayanya sangat besar.
Menurutnya, kondisi kabel listrik yang terus mengeluarkan percikan api tidak boleh dianggap sebagai gangguan teknis biasa karena dapat mengancam keselamatan jiwa.
“Apa tunggu ada korban jiwa baru PLN bergerak?” ujar Iwan.
Ia juga mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi pihak terkait di PLN Sumut melalui telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan tanggapan.
Menurut Iwan, persoalan tersebut membutuhkan penanganan darurat mengingat risiko kebakaran maupun sengatan listrik yang dapat terjadi kapan saja.
Lebih lanjut, Iwan menyoroti apa yang disebutnya sebagai standar pelayanan yang tidak seimbang.
Ia menilai PLN sangat cepat bertindak ketika pelanggan menunggak pembayaran listrik, namun dinilai lambat saat menerima laporan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Kalau pelanggan terlambat membayar listrik, PLN sangat cepat melakukan pemutusan. Tapi ketika ada laporan yang berpotensi mengancam nyawa warga, responsnya justru sangat lambat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kabel listrik yang jatuh dan menempel di atap seng rumah warga tersebut dilaporkan masih berada di lokasi dan belum diperbaiki.
Masyarakat mendesak PLN segera mengirim petugas untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan guna menghindari risiko yang lebih besar.
Warga berharap tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang terjadi akibat keterlambatan penanganan tersebut.
Dalam persoalan kelistrikan, kecepatan respons menjadi faktor penting karena menyangkut keselamatan manusia. Oleh karena itu, warga meminta PLN segera turun tangan sebelum kondisi tersebut berubah menjadi insiden yang lebih serius. (KSC)
REPORTER: Bayu





