Johnny Jansen Soroti Mentalitas Usai Kalah dari Madura United

Johnny Jansen Soroti Mentalitas Usai Kalah dari Madura United
Pelatih Bali United

KLIKSUMUT.COM | BANGKALAN – Bali United FC gagal melanjutkan tren positifnya di BRI Super League setelah menelan kekalahan dari Madura United FC pada pekan ke-31.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026) sore, tim berjuluk Serdadu Tridatu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2.

Bali United langsung berada dalam tekanan setelah kebobolan cepat di menit ke-6 melalui gol Iran Junior. Gol awal tersebut membuat ritme permainan tim tamu terganggu sejak awal laga.

Meski mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan, Bali United kembali dihadapkan pada masalah klasik: penyelesaian akhir yang kurang maksimal. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, baik karena penampilan solid kiper lawan maupun ketajaman lini depan yang belum optimal.

Di sisi lain, Madura United tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Gol kedua tercipta lewat titik putih pada menit ke-77 melalui eksekusi Brandao Junior, yang memastikan kemenangan tim tuan rumah.

BACA JUGA: Madura United vs Bali United: Menang 2-0, Laskar Sapeh Kerrab Jauhi Zona Degradasi

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya sebenarnya memiliki kualitas permainan yang baik, namun gagal menunjukkan mentalitas yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan.

“Hasilnya tidak bagus, saya sangat kecewa karena sebelumnya kami bermain sangat baik,” ujarnya dikutip Kamis (7/5/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Jansen, kekalahan ini bukan hanya soal teknis, melainkan juga menyangkut sikap dan daya juang pemain di lapangan.

“Kalau ingin menang, Anda harus berjuang di setiap duel. Kami bisa bermain sepak bola, itu saya tahu. Tapi dalam hal sikap, kami tidak bagus hari ini,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat Bali United tertahan di posisi ke-8 klasemen sementara dengan 45 poin. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, peluang untuk menembus lima besar semakin berat.

Meski demikian, Jansen menegaskan timnya masih memiliki target untuk bangkit di sisa musim.

“Target kami tetap masuk lima besar, meski sekarang jadi lebih sulit. Fokus kami di laga berikutnya harus meraih kemenangan,” katanya.

BACA JUGA: Bali United Tundukkan PSM Makassar 2-0 di BRI Super League

Ia juga menyoroti permasalahan sepanjang musim, yakni minimnya produktivitas gol meski peluang tercipta cukup banyak.

“Kami menciptakan banyak peluang, tapi tidak mencetak banyak gol. Itu jadi masalah utama sepanjang musim ini,” pungkasnya.

Dengan tiga laga tersisa, Bali United kini berada di persimpangan penting: bangkit dan menjaga asa, atau kembali terjebak dalam inkonsistensi hingga akhir musim. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait