KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Kondisi Jembatan Titi Kayu Raja di Dusun VIII, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, semakin mengkhawatirkan. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir menyebabkan bahu penahan jembatan mengalami kerusakan parah dan terancam ambruk total.
Kerusakan yang mulai terlihat sejak sepekan lalu kini semakin membesar. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Selasa (16/6/2026) sore mengikis lapisan tanah dan aspal penyangga jembatan hingga longsor. Akibatnya, sebagian struktur penahan di sisi jembatan kini berada dalam kondisi kritis.
Pantauan di lokasi pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan tanah timbunan yang menjadi penyangga bahu jembatan terus mengalami erosi. Kondisi tersebut diperparah dengan lalu lintas kendaraan berat yang masih melintasi jembatan meskipun telah dipasang larangan.
Fakta yang ditemukan di lapangan menunjukkan konstruksi bahu penahan jembatan tersebut tidak dilengkapi tulangan besi maupun baja sebagai penguat struktur. Akibatnya, daya tahan konstruksi semakin lemah ketika diterpa aliran air dan getaran kendaraan bertonase besar.
“Mereka keras kepala. Sudah saya ingatkan, ada jalur alternatif yang bisa digunakan, tetapi tetap dipaksa lewat sini,” ujar Jaka, warga setempat yang secara sukarela membantu mengatur arus lalu lintas demi mengurangi risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Limbah Diduga dari Dapur MBG Cemari Lingkungan Warga di Deli Serdang, Bau Busuk Dikeluhkan
Bersama pemerhati lingkungan, Wanto, tim media yang melakukan peninjauan langsung menemukan bahwa getaran yang ditimbulkan kendaraan berat menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jembatan. Setiap kali truk melintas, bagian tanah yang sudah longsor tampak terus bergerak dan semakin tergerus.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat setiap hari, mulai dari pelajar, pekerja, hingga kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan distribusi makanan sekolah.
“Kalau dibiarkan seperti ini, tidak akan lama lagi jembatan bisa putus total. Apa harus menunggu roboh dan memakan korban baru ada tindakan?” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga Rabu siang, belum terlihat langkah konkret dari instansi terkait. Tidak ada penutupan akses, pemasangan pengaman tambahan, maupun upaya perbaikan darurat di lokasi yang mengalami kerusakan.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena setiap hari jembatan masih dilalui kendaraan dalam jumlah besar. Warga menilai keterlambatan penanganan dapat memperbesar risiko terjadinya kecelakaan dan lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pengamat kebijakan publik, Hendra, menilai kondisi Jembatan Titi Kayu Raja mencerminkan persoalan klasik lambannya respons birokrasi terhadap ancaman infrastruktur yang sudah terlihat jelas.
“Bahaya sudah di depan mata. Respons cepat bukan lagi permintaan masyarakat, melainkan kewajiban pemerintah untuk melindungi keselamatan warga,” tegas Hendra.
BACA JUGA: Polisi dan Pemkab Deli Serdang Gelar Razia Kamtibmas di Desa Manunggal
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera mengambil langkah darurat, mulai dari pemasangan rambu pengamanan, penghentian sementara lalu lintas kendaraan berat, hingga penyusunan program perbaikan menyeluruh.
Warga berharap kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan akibat lemahnya pengawasan dan minimnya perawatan infrastruktur. Mereka meminta pemerintah hadir sebelum kerusakan berubah menjadi bencana yang mengancam keselamatan pengguna jalan. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








