KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali menjadi sorotan. Di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, warga mengeluhkan dugaan pencemaran limbah dari dapur fasilitas pendukung mitra pelaksana MBG yang mencemari lingkungan pemukiman.
Standar higiene tinggi yang selama ini digaungkan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai warga hanya indah di atas kertas. Faktanya, masyarakat harus hidup berdampingan dengan parit tercemar, kolam penampungan rusak, dan aroma busuk yang menyengat setiap hari.
Pantauan di lokasi, aliran limbah diduga mengalir ke parit-parit lingkungan warga. Bau tidak sedap yang muncul membuat suasana pemukiman menjadi tidak nyaman, bahkan warga mengaku enggan berlama-lama berada di luar rumah.
Yang lebih disesalkan, pihak pengelola disebut mengetahui kerusakan pada kolam penampungan limbah, namun tidak segera melakukan perbaikan sehingga dampak pencemaran terus dirasakan masyarakat sekitar.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan kepatuhan pelaksana MBG terhadap standar operasional serta petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakui masih banyak kekurangan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam rapat paripurna di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) lalu.
“Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ujar Prabowo.
Presiden juga meminta seluruh pejabat, anggota DPR, kepala daerah hingga masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap dapur MBG.
“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak,” tegasnya.
BACA JUGA: Presiden RI Kirim Bantuan Hewan Kurban, Bupati Asahan Saksikan Penyembelihan Sapi di Air Batu
Menurut Prabowo, program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlah tersebut mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, serta 868 ribu ibu hamil.
Pemerintah juga berencana memperluas program bagi sekitar 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan dukungan pangan bergizi.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran limbah tersebut, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Hamparan Perak, Kandar, memberikan jawaban singkat.
“Gas aja MBG itu. Gak ada konek atau lapor ke kami,” ujar Kandar kepada Kliksumut.com, Kamis (28/5/2026).
Namun hingga kini, warga menyebut belum ada langkah konkret penanganan terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar lokasi dapur MBG tersebut.
Pemerintah pusat sebenarnya telah menegaskan komitmennya untuk menindak dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar.
Dalam keterangan resmi bernomor SIPERS-192/BGN/04/2026, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, mengungkapkan Presiden Prabowo secara langsung memerintahkan penertiban dapur-dapur MBG yang tidak sesuai juknis.
“Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan,” kata Nanik, Rabu (8/4/2026).
Nanik menjelaskan, BGN selama ini terus melakukan suspend atau penutupan sementara terhadap SPPG yang bermasalah, termasuk yang memicu kejadian luar biasa (KLB), melakukan mark up harga bahan baku, hingga praktik monopoli pemasok.
Tak hanya itu, Presiden juga meminta agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan difokuskan kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan gizi.
BACA JUGA: Limbah Diduga dari Program MBG Cemari Parit Warga di Deli Serdang, Bau Menyengat Bikin Resah
“Program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik menirukan arahan Presiden.
Menurutnya, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar pelaksanaan program MBG berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Di tengah besarnya harapan terhadap program MBG, warga Desa Tandem Hilir I kini berharap pemerintah daerah maupun pengelola dapur segera mengambil langkah nyata memperbaiki sistem pengelolaan limbah.
Pasalnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan warga yang terganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan yang lebih serius.
Publik pun kini menanti sejauh mana komitmen penegakan aturan yang disampaikan pemerintah pusat benar-benar diterapkan hingga ke tingkat pelaksana di daerah. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








