KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, bukan dari prestasi di lapangan, melainkan dari kekuatan suporter. Berdasarkan laporan CIES Football Observatory musim 2025/2026, Indonesia berhasil menempati posisi kedelapan sebagai negara dengan penggemar sepak bola paling fanatik di dunia.
Peringkat ini disusun berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari tingkat kehadiran di stadion, budaya ultras, jumlah penonton siaran televisi, hingga aktivitas dan keterlibatan suporter di media sosial.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang dikenal memiliki tradisi sepak bola kuat. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa gairah suporter Tanah Air tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah global.
BACA JUGA: Timnas U-17 Indonesia vs Timor Leste: Laga Perdana Krusial di Piala AFF U-17 2026
Dalam daftar tersebut, Brasil menempati posisi pertama, diikuti Argentina di peringkat kedua, dan Turki di posisi ketiga. Sementara itu, Inggris dan Maroko melengkapi lima besar.
Adapun Jerman berada di posisi keenam, disusul Meksiko di urutan ketujuh, tepat di atas Indonesia.
Menariknya, Indonesia berada di atas Italia yang menempati posisi kesembilan, serta Skotlandia di peringkat kesepuluh.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Kalah 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Jakarta
Masuknya Indonesia dalam 10 besar ini menegaskan besarnya basis suporter sepak bola nasional. Dukungan tidak hanya terlihat di stadion, tetapi juga melalui tingginya angka penonton televisi serta aktivitas digital di berbagai platform media sosial.
Fenomena ini menjadi kekuatan penting dalam perkembangan ekosistem sepak bola nasional. Antusiasme suporter dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri sepak bola, mulai dari kompetisi domestik hingga dukungan terhadap tim nasional.
Dengan pencapaian ini, Indonesia semakin diakui sebagai salah satu negara dengan budaya suporter paling kuat di dunia. Konsistensi dukungan dalam berbagai ajang menjadi bukti bahwa sepak bola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI





