Indonesia Capai Kesepakatan Dagang Besar dengan AS, Beli Energi, Produk Pertanian, dan 50 Pesawat Boeing

Pasca Upaya Pembunuhan, Trump Serukan AS “Tetap Kuat dan Teguh”
Seorang pendukung pro-Trump memegang potret mantan Presiden AS Donald Trump selama demonstrasi di Huntington Beach, California, Minggu 14 Juli 2024, sehari setelah Trump ditembak dalam acara kampanyenya.

KLIKSUMUT.COM | WASHINGTON DC – Indonesia resmi menyepakati pembelian produk energi, pertanian, hingga puluhan pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS) senilai miliaran dolar. Kesepakatan dagang ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada Selasa (15/7/2025) waktu setempat, dan menjadi langkah strategis kedua negara untuk menghindari eskalasi perang dagang.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menjelaskan bahwa Indonesia akan membeli energi senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, serta 50 unit pesawat jet Boeing, yang sebagian besar merupakan model Boeing 777.

“Sebagai bagian dari perjanjian, Indonesia berkomitmen membeli energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian senilai US$4,5 miliar, dan 50 unit Boeing jet,” tulis Trump.

BACA JUGA: Indonesia dan AS Mulai Pembangunan Pusat Maritim Strategis di Batam

Tarif AS untuk Indonesia Diturunkan, Hindari Ancaman 32%

Kesepakatan ini muncul setelah Presiden Trump mengancam akan menaikkan tarif impor atas barang-barang asal Indonesia menjadi 32% mulai 1 Agustus 2025. Namun dengan dicapainya perjanjian ini, tarif tersebut akan dipangkas menjadi 19% saja.

Bacaan Lainnya

Langkah ini dinilai sebagai keberhasilan diplomasi dagang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang disebut Trump telah melakukan pembicaraan langsung dengannya demi menyelamatkan hubungan dagang kedua negara.

Sinyal Positif untuk Manufaktur AS, Saham Boeing Reaktif

Meski saham Boeing sempat ditutup melemah 0,2% setelah pengumuman kesepakatan ini, analis pasar menilai bahwa kontrak besar dari Indonesia tetap memberi sentimen positif bagi sektor ekspor dan manufaktur AS. Kesepakatan ini diperkirakan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat posisi industri pesawat terbang AS di pasar global.

Dino Patti Djalal: Pemerintah RI Puas dengan Hasil Perundingan

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menyambut baik hasil kesepakatan ini. Dalam acara Foreign Policy Forum yang digelar pada hari yang sama, ia mengungkapkan bahwa pejabat Indonesia merasa puas dengan arah perundingan dagang yang berlangsung intens namun konstruktif.

“Pemerintah menyambut baik hasil ini. Orang dalam pemerintahan menyebut mereka senang dengan arah kesepakatan,” ujar Dino, dikutip dari AFP.

BACA JUGA: Wakili Indonesia dalam Forum Urbanisasi BRICS, Menko AHY Tegaskan Komitmen untuk Pembangunan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan

Konteks Global: AS Gencar Percepat Kesepakatan Dagang

Kesepakatan dagang dengan Indonesia menjadi bagian dari strategi Trump dalam menegosiasikan ulang perjanjian dagang bilateral. Sebelumnya, AS juga telah mencapai kesepakatan dengan Inggris dan Vietnam, serta menyepakati penurunan tarif sementara dengan China.

Trump juga mengisyaratkan bahwa pembicaraan serupa tengah berlangsung dengan India dan Uni Eropa, sebagai bagian dari kampanye perdagangan “America First” yang menekan mitra dagang untuk membuka pasar mereka lebih luas bagi produk AS.

Namun Trump menegaskan, barang-barang dari Indonesia yang terbukti diangkut ulang untuk menghindari tarif tetap akan dikenakan bea lebih tinggi. Ia menegaskan pentingnya transparansi dan kerja sama dalam menerapkan perjanjian dagang ini. (KSC)

Pos terkait