REPORTER: Dalil Harahap
KLIKSUMUT.COM | BATAM – Warga Batam kembali diguncang kabar menghebohkan. Seorang pria muda dilaporkan melompat dari Jembatan 1 Barelang ke perairan di bawahnya pada Senin dini hari (11/8/2025), sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini menambah panjang daftar insiden serupa yang kerap terjadi di jembatan ikonik tersebut.
Korban yang diduga bernama Ahmad Andre (19), hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan dari Basarnas, Brimob Polda Kepri, Polairud, dan Polresta Barelang.
“Tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB. Kami melakukan penyisiran di sekitar perairan Jembatan 1, namun hingga kini belum ditemukan tanda-tanda korban,” ujar Dedius Febrianto Sembiring, Kepala Seksi Operasi Basarnas Batam.
Penyisiran dilakukan dengan menggunakan enam personel, perahu karet, drone thermal, dan alat penyelaman canggih Aqua Ace.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah sepeda motor Honda Beat hijau-putih BP 2938 ME yang ditinggalkan dengan kondisi mencurigakan. Kunci motor masih tergantung, sebuah topi tertinggal di kaca spion, dan di dalam jok ditemukan dompet berisi KTP, kartu BPJS, kartu berobat, serta sebotol minuman beralkohol.
BACA JUGA: Pekerja Muka Kuning Lompat dari jembatan Satu Barelang, Ditemukan Sudah tidak Bernyawa
Namun menariknya, dokumen di dalam dompet menunjukkan nama lain yakni Rifaldo Rahul Septiawan, menimbulkan tanda tanya baru soal identitas pasti korban.
“Ada beberapa identitas berbeda ditemukan. Untuk saat ini kami belum bisa memastikan secara resmi siapa korban sebenarnya,” ungkap Kapolsek Sagulung Iptu Husnul, yang turut turun ke lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal, korban diduga meloncat dari sisi kiri jembatan arah Dendang Melayu menuju Jembatan 2. Barang bukti telah diamankan pihak kepolisian, namun keberadaan korban masih menjadi misteri hingga berita ini diturunkan.
Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di Jembatan Barelang. Sardo, seorang pedagang keliling yang biasa mangkal di lokasi, mengaku sudah sering menyaksikan insiden serupa.
“Sering orang loncat di sini. Paling sering di Jembatan 1. Kadang di Jembatan 2 atau 3 juga. Orang banyak putus asa di Batam ini. Bisa karena kerjaan, nganggur, ekonomi, atau putus cinta,” tuturnya.
Ia juga menyayangkan meski polisi sudah memasang spanduk peringatan dan edukasi kepada pengunjung, insiden serupa tetap saja terjadi.
BACA JUGA: Polsek Delitua Gagalkan Aksi Bunuh Diri Karyawan Toko di Medan
“Padahal jembatan ini sudah dipagar berlapis. Tapi tetap aja ada yang nekat. Mungkin karena beban hidup yang berat,” tambahnya.
Jembatan Barelang, yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata Kota Batam, perlahan berubah menjadi titik rawan untuk aksi nekat. Tidak sedikit warga Batam yang mengaku khawatir setiap kali melintas, terutama saat malam hari.
Pihak berwenang kini tengah memikirkan langkah lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa, termasuk kemungkinan pemasangan CCTV tambahan dan patroli rutin malam hari. (KSC)








