KLIKSUMUT.COM | PALU – Dunia sepak bola Indonesia kembali diguncang dengan munculnya dugaan jual-beli pertandingan dalam lanjutan Championship 2025-2026. Pertandingan yang jadi sorotan adalah laga antara Persipal Palu vs PSIS Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/10/2025) di Stadion Gawalise, Palu.
Isu panas ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @forum_wasit_idn, yang dikenal kerap mengangkat isu-isu integritas pertandingan di sepak bola nasional. Dalam unggahan tersebut, akun tersebut memperingatkan keras oknum-oknum yang diduga mencoba melakukan lobi terhadap perangkat pertandingan.
“Kepada oknum yang mencoba mencederai nilai fair play dalam pertandingan Persipal Palu vs PSIS Semarang… Jangan pernah mengotori Championship dengan praktik-praktik curang serta lobi untuk memenangkan salah satu tim,” tulis akun Forum Wasit Indonesia.
BACA JUGA: PSMS Medan Gagal Menang di Kandang, Persikad Depok Curi Poin di Menit Akhir
Unggahan itu menyiratkan bahwa telah terjadi upaya sistematis untuk mempengaruhi hasil pertandingan, yang tentu saja menodai nilai-nilai sportivitas dan integritas kompetisi. Forum Wasit Indonesia juga menyoroti risiko besar yang ditimbulkan terhadap citra PSSI dan upaya pembenahan kualitas perwasitan Indonesia.
“Tindakan anda ini sudah mengarah dan akan mencoreng federasi (PSSI) yang sudah susah payah membangun citra baik wasit dan perangkat pertandingan,” lanjut pernyataan tersebut.
Unggahan ini pun langsung menjadi viral dan menyulut reaksi keras dari para netizen. Banyak yang meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan pengaturan skor ini.
“Kalau benar ada jual-beli pertandingan, harus diusut sampai tuntas! Jangan biarkan sepak bola kita kembali mundur,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
BACA JUGA: Prancis Bungkam Azerbaijan 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak Persipal Palu, PSIS Semarang, PSSI, maupun perangkat pertandingan yang disebut-sebut dalam isu ini. Namun tekanan publik terus menguat agar pertandingan berjalan bersih dan diawasi secara ketat. (KSC)








