REPORTER: Dodi Ariandi
KLIKSUMUT,COM | BINJAI – Lonjakan harga beras di Kota Binjai memicu kekhawatiran publik dan mendorong pemerintah daerah untuk bertindak cepat. Harga beras medium kini menyentuh angka Rp16.500 per kilogram, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, membuat masyarakat kelas bawah semakin terhimpit.
Berdasarkan penelusuran kliksumut.com, kenaikan harga beras ini terjadi secara bertahap sejak Mei 2025, dengan rincian:
Mei: Rp14.000/kg
Juni: Rp15.000/kg
Juli: Rp16.000/kg
Agustus: Rp16.500/kg
Situasi ini berdampak besar terhadap daya beli masyarakat, terutama warga kurang mampu. Diki (40), warga Kelurahan Cengkeh Turi, mengaku terpaksa mengurangi porsi makan anak-anaknya.
“Anak saya lima, kadang cuma makan nasi dan garam. Sekarang beras sudah Rp16.500, makin berat hidup ini,” keluh Diki.
Tak hanya konsumen, para pedagang kecil juga ikut terdampak. Nurhayati (45), pedagang sayur di Pasar Binjai, mengaku omzet menurun drastis.
“Harga beras naik, jualan saya pun sepi. Sekarang banyak yang cuma beli lauk buat makan nasi sama indomie,” ungkapnya.
Menanggapi gejolak harga ini, Pemerintah Kota Binjai bersama Bulog Sumatera Utara dan didukung Bank Indonesia menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung pada: Tanggal: 9–10 Agustus 2025. Pukul:08.00–12.00 WIB. Lokasi: Lapangan Asrama 121, Jl. Pahlawan, Binjai Utara
Dalam GPM ini, masyarakat bisa membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp11.800/kg, jauh lebih murah dari harga pasar.
Syarat-syarat pembelian:
Maksimal 2 sak (10 kg) per konsumen.
Wajib menunjukkan KTP asli atau fotokopi.
BACA JUGA: Dirut Bulog Ramalkan Harga Beras akan Sulit Turun
Rizal (28), buruh bangunan, merasa terbantu dengan kegiatan ini.
“Saya datang jam 6 pagi, takut kehabisan. Kalau nggak ada acara kayak gini, saya nggak tahu mau makan apa,” ujarnya.
Stok Nasional Aman, Presiden Prabowo: Manipulasi Harga Akan Ditindak Tegas
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Kongres PSI, 20 Juli 2025 lalu, menegaskan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4,2 juta ton, naik 48% dibanding tahun lalu.
Namun, Presiden menyoroti praktik curang pengusaha yang menjual beras biasa dengan label premium untuk meraup untung besar.
“Beras biasa dibilang premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran! Saya minta Jaksa Agung dan Polisi tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Bulog Siap Salurkan Beras SPHP Sesuai Permintaan Pemko Binjai
Menurut Asisten Manajer Bisnis Bulog Cabang Medan, Krisman, tidak ada target spesifik SPHP untuk Binjai, namun Bulog siap menyalurkan beras sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Binjai, Sofyan Pasaribu, menyebut total distribusi beras SPHP melalui GPM mencapai 7 ton, yang diharapkan mampu menekan harga pasar.
“Kota Binjai ini juga menjadi pusat perdagangan pangan. Banyak beras yang masuk dari Aceh, Langkat, dan Deli Serdang. Maka kita pastikan pasokan tetap aman dan terkendali,” ungkap Sofyan.
BACA JUGA: Harga Beras Medium di Pasar Tavip Binjai Tergolong Murah
Inflasi Terkendali, Tapi Harga Pangan Masih Jadi Tantangan
Menurut laporan Bank Indonesia, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2025 tercatat 0,30% (mtm) dan 2,37% (yoy). Namun, kenaikan harga beras, cabai, dan bawang merah mendorong naiknya inflasi pada kelompok Volatile Food sebesar 3,82% (yoy).
Bank Indonesia optimis inflasi 2025–2026 akan tetap terkendali pada kisaran 2,5±1%, berkat kolaborasi dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. (KSC)








